mumbai attackMumbai, LiputanIslam.com — Pengadilan Tinggi Pakistan membebaskan terdakwa otak serangan teroris Mumbai, India, tahun 2008, Zaki-ur-Rehman Lakhvi. India pun bereaksi keras atas keputusan itu dan menuntut pemerintan Pakistan untuk memastikan ia tidak keluar dari penjara.

“Ini adalah tanggungjawab pemerintah Pakistan untuk tidak membiarkan Lakhvi keluar dari penjara,” demikian pernyataan Kemendagri India sebagaimana dilansir Press TV, Sabtu (14/3).

Hakim Noorul Haq dari Pengadilan Tinggi Islamabad, Jumat (13/3), mengabulkan banding yang diajukan Zaki-ur-Rehman Lakhvi, ulama berumur 55 tahu itu, sekaligus memerintahkan pelepasan dirinya dari penjara.

Lakhvi yang ditahan di penjara Adiala, Rawalpindi, dibebaskan dengan jaminan oleh pengadilan terorisme pada 18 Desember lalu, memicu kemarahan para pejabat India. Namun kemudian ia ditahan kembali di bawah undang-undang ketertiban publik. Pengadilan Tinggi Islamabad kemudian membatalkan undang-undang itu pada tanggal 29 Desember 2014. Mahkaham Agung kemudian mengukuhkan kembali undang-undang itu bulan Januari lalu.

Serangan teroris di Mumbai menewaskan 166 orang dan kelompok militan Pakistan, Lashkar-e-Taiba (LeT) dituduh sebagai pelakunya.

Mohammed Kassab, warga negara Pakistan yang didakwa sebagai salah satu pelaku serangan, dijatuhi hukuman mati oleh India pada tahun 2012.

Pakistan berjanji akan menumpas habis semua organisasi terror, menyusul aksi penyerangan di sekolah di Peshawar yang menewaskan lebih dari 140 orang pada tanggal 16 Desember 2014 lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*