kashmir-2Islamabad, LiputanIslam.com — Pemerintahan Pakistan di bawah kepemimpinan PM Nawaz Sharif kembali melakukan langkah positif. Setelah berunding dengan Taliban untuk menyelesaikan masalah internal, Pakistan kini mengundang India untuk merundingkan masalah Kashmir yang selama ini menjadi sumber konflik terbesar di Asia Selatan.

Berpidato di hadapan sidang parlemen tentang masalah Jammu dan Kashmir, hari Rabu (5/2), Sharif mengatakan bahwa konflik akan terus berlanjut di kawasan tersebut jika India dan Pakistan tidak bisa mengatasi perbedaan pandangan antara keduanya. Atas dasar tersebut Sharif telah mengirim undangan kepada pemimpin INdia untuk menyelesaikan perbedaan antara kedua negara terkait masalah Kashmir.

Undangan pemerintah Pakistan tersebut dikirimkan hanya sehari setelah jubir Kemenlu Pakistan Aizaz Ahmad Chaudhry, mengatakan bahwa pemerintah Pakistan tengah berupaya untuk melakukan dialog dengan India dalam rangka mengakhiri perselisihan antar kedua negara menyangkut masalah Kashmir.

Berbicara di hadapan sekelompok diplomat dari Uni Eropa, negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (IOC) serta negara-negara anggota tetap DK PBB, di Islamabad pada hari Selasa (4/2), Chaudhry menyinggung tentang pentingnya dialog.

“Pakistan selalu menekankan pentingnya dialog yang berarti dan konstruktif dengan India untuk menyelesaikan masalah Kashmir.”

Hubungan India dan Pakistan tengah dalam ketegangan menyusul terjadinya insiden serangan yang menewaskan 5 personil militer India di perbatasan kedua negara bulan Agustus 2013 lalu. India menuduh militer Pakistan terlibat dalam serangan tersebut.

Serangan tersebut merupakan insiden paling buruk sejak disepakatinya gencatan senjata antara kedua negara pada tahun 2003.

India dan Pakistan telah tiga kali terlibat peperangan sejak merdeka dari pemerintahan kolonial Inggris tahun 1947. Penyebab peperangan-peperangan tersebut adalah masalah Kashmir.

Kashmir terbagi ke dalam wilayah India dan Pakistan menurut perbatasan yang ditetapkan dan diawasi PBB hingga sekarang. Namun kedua negara saling mengklaim sebagai pemilih utuh wilayah Kashmir.(ca/press tv/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL