rudal ballistik korutSeoul, LiputanIslam.com — Peluncuran rudal ballistik dari kapal selam yang diklaim Korea Utara (Korut) disebut-sebut sebagai sebuah rekayasa palsu. Demikian pakar menyebutkan.

Menurut pakar dari Middlebury Institute’s James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS), Korut menggunakan ‘video yang diedit’ untuk menyembunyikan fakta bahwa rudal yang diluncurkan tersebut mengalami kegagalan.

Pada hari Jumat pekan lalu (8/1), Korut merilis video ujicoba peluncuran rudal balistik kapal selam (SLBM). Berdasarkan analisis terhadap gambar video tersebut para pakar dari CNS yang berbasis di California AS itu menemukan kejanggalan berupa serpihan-serpihan yang terlempar dan kebakaran.

“Mereka menggunakan beberapa sudut kamera yang berbeda dan melakukan editing untuk menampakkan bahwa peluncuran itu seperti peluncuran-peluncuran yang berbeda-beda. Namun jika diperhatikan lebih teliti, itu adalah peluncuran yang sama,” kata analis senior CNS, Melissa Hanham, Selasa (12/1), seperti dilansir Press TV.

Hanham menyebutkan bahwa Korut menggunakan teknik editing yang disebut ‘rudimentary editing techniques’.

Pada hari Sabtu (9/1) pemerintah Korsel juga mengklaim bahwa peluncuran itu palsu. Peluncuran yang sebenarnya diduga berlangsung tahun 2014 menggunakan rudal SCUD yang sebenarnya bukan kualifikasi rudal SLBM.

Video tersebut dirilis Korut dua hari setelah pengumuman ujicoba bom hidrogen, yang oleh banyak kalangan juga diklaim sebagai kepalsuan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL