kim-jong-un-the-interview-3Washington DC, LiputanIslam.com — Pakar IT menyebut kasus serangan siber yang menimpa perusahaan pembuat film Sony Pictures sebagai pekerjaan yang disengaja oleh “orang dalam” (insiden job). Hal ini sekaligus penolakan keras atas tuduhan AS bahwa Korut bertanggungjawab atas serangan itu.

Sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (25/12), pakar IT dari perusahaan jasa keamanan siber Norse, Kurt Stammberger menyebutkan kepada media AS CBS News bahwa ia dan timnya meyakini seorang wanita bernama “Lena” sebagai pelaku utama serangan siber terhadap situs Sony Pictures yang mengakibatkan perusahaan ini menunda peluncuran perdana film “The Interview”.

“Kami sangat yakin bahwa ini bukan serangan siber yang dilakukan Korut dan bahwa “orang-orang dalam” adalah kunci dari salah satu serangan paling menghancurkan dalam sejarah ini,” kata Kurt Stammberger.

“Sony tidak hanya sekedar di-hack, mereka secara esensial telah dinuklir dari dalam,” tambahnya.

Kurt tidak menyebutkan banyak tentang “Lena”, namun ia percaya ia berada di balik kelompok hacker yang menamakan diri sebagai “Guardians of Peace”. Kurt meyakini “Lena” adalah mantan karyawan Sony sendiri yang telah bekerja salama 10 tahun sebelum keluar pada bulan Mei 2014.

Sementara itu pakar IT lainnya, Bruce Schneier menyebutkan bahwa kode yang digunakan oleh para hacker telah mengarahkan ke berbagai petunjuk sekaligus. Ia menyebut bukti-bukti yang diperoleh sebagai bukti-bukti yang mudah dipalsukan dan mudah pula untuk ditafsirkan sebagai palsu.

Ia menyebut bahwa FBI tidak pernah menyebutkan alasan tuduhan terhadap Korut sebagai pelaku serangan siber. Kecuali bukti-bukti itu diungkapkan baru bisa diketahui benar tidaknya tuduhan itu.

Minggu lalu FBI secara resmi menunjuk Korut sebagai pelaku serangan siber.

“Analisa teknis dari virus penghapusan data-data dalam serangan ini membuka kaitan dengan virus lainnya yang kami ketahui Korut sebagai pengembangnya,” demikian pernyataan FBI.

Sementara itu menunda peluncuran perdana film “The Interview”, film ini tetap diputar secara terbatas di beberapa bioskop pada hari Natal dan bisa dilihat melalui sreaming.

“The Interview” menceritakan 2 orang wartawan AS yang mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai pemimpin Korut Kim Jong Un. Mengetahui hal itu dinas rahasia AS CIA kemudian merancang pembunuhan Kim dengan menggunakan peran kedua wartawan tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL