pak radenJakarta, LiputanIslam.com — Setelah berjuang selama dua tahun untuk mencari pengakuan atas boneka Unyil, Drs Suyadi atau lebih dikenal dengan Pak Raden, akhirnya bernapas lega. Pria berumur 79 tahun itu melakukan kesepakatan dengan Perusahaan Produksi Film Negara (PFN) tentang hak cipta “Si Unyil” itu hari Selasa lalu (15/4).

Pak Raden menolak istilah “berdamai” terkait dengan masalah hak cipta antara dirinya dan PFN. “Jangan bilang berdamai. Saya tidak bermusuhan dengan PFN. Biarlah ini jadi kenangan terindah buat saya,” jelas pria kelahiran 28 November 1932 ini pada siaran pers yang dikirimkannya kepada pers, hari Jumat (18/4).

Kesepakatan itu dilakukan Pak Raden melalui kuasa hukumnya, Dwiyanto Prihartono.
“Dalam prosesnya antara Pak Raden dan PFN telah terjadi pembicaraan yang intensif dan kondusif. Itu disebabkan karena ada darah baru dari manajemen PFN yang sekarang, sehingga bisa mencapai kepentingan bersama,” kata Dwiyanto Prihartono, kuasan hukum Pak Raden.

Menurut Dwi, Pak Raden memberikan kepercayaan PFN untuk mengelola ekonomi karakter serial “Si Unyil” selama sepuluh tahun. Selain itu, “Si Unyil” juga diberlakukan kontrak progresif, artinya karakter Unyil tidak hanya disebut sebagai boneka, tapi juga meliputi lukisan kartun tiga dimensi, boneka, dan mini operet.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*