Sumber: cnnindonesia.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan sebesar 0,34 persen menjadi Rp 14.085 pada pada perdagangan pasar spot Senin (15/4) pagi. Sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 14.120 per dolar AS.

Analis Asia Tradepoint Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan hari ini fokus pelaku pasar tengah tertuju pada rilis neraca perdagangan yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Deddy, terdapat optimisme bagi perbaikan neraca perdagangan, mengekor China yang mencetak surplus perdagangan hingga 221 miliar yuan pada pekan lalu. Perbaikan neraca perdagangan bisa menjadi angin segar bagi rupiah. Investor kian pede dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Apalagi, Presiden Joko Widodo saat debat pemilihan presiden Sabtu (13/4) kemarin mengatakan bahwa defisit neraca perdagangan hingga kuartal I sebesar US$670 juta, atau membaik dibanding angka per Februari yakni US$730 juta. Jadi, hari ini ada potensi rupiah menguat di kisaran  Rp14.020 hingga Rp14.070 per dolar AS.

“Apalagi kalau hari Senin harga minyak pada pasar AS kembali melemah, ini berdampak positif bagi rupiah,” kata dia, Senin (15/4).

Pada perdagangan pagi ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi. Ada yang melemah seperti baht Thailand sebesar 0,06 persen, dolar Singapura sebesar 0,03 persen, peso Filipina 0,02 persen, dan dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen.

Sedangkan mata uang Asia yang menguat seperti yen Jepang sebesar 0,04 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,06 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,39 persen. Adapun mata uang negara maju, seperti euro dan poundsterling Inggris masing-masing menguat sebesar 0,03 persen dan 0,08 persen. Hanya saja, dolar Australia melemah 0,06 persen. (sh/cnnindonesia)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*