pabrik sampoernaLumajang, LiputanIslam.com — Ratusan buruh pabrik sigaret kretek tangan (SKT) Plant Kunir Lumajang milik PT HM Sampoerna Tbk tak bisa menyembunyikan raut kesedihan sewaktu keluar dari pintu gerbang pabrik yang berada di Desa Kunir Lor Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di areal produksi, ribuan pekerja harian dan borongan berkumpul untuk mendapatkan informasi langsung dari manajemen bahwa per-Jumat (16/5), mereka tidak bisa bekerja lagi di tempat itu.

“Pabrik tidak produksi lagi sejak hari ini,” kata Wiwik kepada wartawan seusai “bubaran” pengumuman penutupan pabrik ini, Jumat (16/5). Banyak di antara pekerja yang keluar dengan wajah sembab dan mata berkaca-kaca.

“Banyak yang menangis ketika mendengar secara langsung bahwa pabrik berhenti produksi,” ujar Indah, seorang pekerja kepada media.

Sebagian besar buruh tidak tahu harus berbuat apa ketika pabrik ditutup dan mereka tidak bisa bekerja lagi. Ada pula yang pasrah menerima kabar penutupan pabrik dan PHK massal.

“Kalau memang harus ditutup, mau bagaimana lagi,” katanya.

Menurut Indah, setiap bulan dirinya bisa mendapat penghasilan kurang lebih Rp 1,2 juta sebagaip buruh di Plant Kunir. Dia tidak bisa membayangkan bakal bekerja apa setelah penutupan pabrik ini. Indah sebelumnya bekerja di pabrik konveksi di Lumajang. Suaminya bekerja di perusahaan swasta. Dia memiliki seorang anak berusia 6 tahun yang kini duduk di bangku taman kanak-kanak.

Pantauan media di lokasi pabrik usai penutupan, tampak beberapa perempuan pekerja berpelukan dengan wajah sembab.

“Mbak, ojo lali yo karo aku (Mbak, jangan lupa ya sama saya),” kata sejumlah pekerja seraya berpelukan. Sejumlah pekerja yang lain keluar dengan umpatan-umpatan. Adapula yang bersorak, “Hore, Sampoerna ditutup,” ujar seorang perempuan pekerja begitu keluar dari gerbang. Kurang jelas maksud teriakan perempuan ini.

Manajemen perusahaan mengumumkan penutupan pabrik di hadapan ribuan buruh ahrian dan borongan tetap pada Jumat (16/5).  Keputusan perusahaan menghentikan produksi SKT ini diumumkan di Plant Kunir Lumajang sekitar pukul 09.00 WIB.

Setiap buruh juga mendapat selembar kertas berisi pengumuman seputar berhentinya proses produksi SKT ini. Dalam selebaran yang dibagikan itu juga menyebutkan ihwal pemberhentian hubungan kerja yang efektif berlaku pada 1 Juni 2014 mendatang. Disebutkan pula bahwa pekerja tetap mendapatkan upah sampai 31 Mei 2014. Manajemen dalam selebaran juga menjanjikan kompensasi pengakhiran hubungan kerja akan diberikan lebih baik dari UU Nomor 13 Tahun 2003 dan akan didiskusikan dengan PUK SPSI Plant Kunir pada 19-23 Mei 2014.

Disebutkan pula bahwa perusahaan akan memberikan pelatihan kewirausahaan mandiri yang pelaksanaannya akan diadakan pada Juni 2014. Setelah kurang 1,5 jam mendapat pengarahan, para pekerja langsung berhamburan keluar dari pintu gerbang Pabrik SKT HM Sampoerna.

Perusahaan rokok Sampoerna didirikan pada tahun 1913 oleh imigran asal Cina, Liem Seeng Tee yang memulai usahanya dengan membuat dan menjual rokok kretek linting tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia. Perusahaan kecilnya tersebut merupakan salah satu perusahaan pertama yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek maupun rokok putih. Dari sinilah kemudian lahir merek-merek rokok kretek legendaris Indonesia seperti Djie Sam Soe dan Sampoerna.

Pada tahun 2005 perusahaan rokok terbesar di dunia Philip Morris, produsen rokok legendaris Marlboro, mengambil alih kepemilikan Sampoerna.

Pada tahun 2012, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 35,6% di pasar rokok Indonesia, berdasarkan hasil Nielsen Retail Audit Results Full Year 2012. Pada akhir 2012, jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaannya mencapai sekitar 28.500 orang. Selain itu, Perseroan juga berkerja sama dengan 38 unit Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang berada di berbagai lokasi di Pulau Jawa dalam memproduksi Sigaret Kretek Tangan (SKT), dan secara keseluruhan memiliki lebih dari 61.000 orang karyawan. Perseroan menjual dan mendistribusikan rokok melalui 73 kantor penjualan di seluruh Indonesia.

Tahun 2012 merupakan tahun yang cemerlang bagi PT HM Sampoerna dimana produksinya mencapai rekor penjualan melebihi 100 miliar batang.(ca/tempo/wikipedia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL