penerbangan asWashington DC, LiputanIslam.com — AS dan beberapa otoritas dan maskapai penerbangan internasional mengeluarkan larangan terbang ke dan dari Israel 2 hari berturut-turut karena alasan keamanan.

Sebagaimana laporan kantor berita Press TV, otoritas penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA) awalnya mengeluarkan larangan terbang ke Israel, hari Selasa sore (22/7) setelah sebuah roket mendarat dekat bandara internasional Ben Gurion di Tel Aviv. Pada hari Rabu (23/7) larangan itu ternyata diperpanjang lagi karena alasan yang sama.

“Hari ini FAA mengeluarkan peringatan lain kepada para awak udara (NOTAM) menginformasikan kepada maskapai-maskapai penerbangan bahwa NOTAM yang diterbitkan kemarin masih berlaku selama 24 jam mendatang sementara FAA terus melakukan monitoring dan evaluasi atas kondisi keamanan,” tulis FAA dalam pernyataannya hari Rabu.

Beberapa maskapai penerbangan besar dari Kanada dan Uni Eropa juga telah memperpanjang larangan terbang. Demikian juga dengan maskapai penerbangan Turki yang melayani penerbangan langsung ke Tel Aviv.

Situasi ini membuat ribuan orang yang hendak meninggalkan Israel menjadi terlantar dan putus asa.

Menanggapi situasi itu Menteri Transportasi Israel Yisrael Katz mengecam langkah yang diambil AS dan negara-negara tersebut di atas.

Katz menyebutkan bahwa bandara Tel Aviv aman bagi semua penerbangan.

“Bandara Ben-Gurion aman dan sangat terlindungi dan tidak ada alasan bagi siapapun juga yang membuat perusahaan-perusahaan Amerika menghentikan penerbangan dan memberikan hadiah kepada teroris,” katanya.

Menjurut para pakar penerbangana dan hukum, maskapai-maskapai penerbangan berhak menentukan penilaian sendiri atas kondisi keamanan penerbangannya demi menjamin keamanan penumpangnya dan menghindarkan diri dari tanggungjawab apabila terjadi kecelakaan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL