koala2Canberra, LiputanIslam.com — Otoritas negara bagian Victoria di Australia selatan memerintahkan pembunuhan terhadap 700 ekor koala untuk mengendalikan populasi mereka dan menghindarkan dari kelaparan.

Seperti dilaporkan Press TV, Rabu (4/3), Menteri Lingkungan Hidup Victoria, Lisa Neville mengumumkan bahwa pemerintah telah membunuh tanpa menyakiti (euthanasia) 686 ekor koala di wilayah Cape Otway selama tahun 2013 dan 2014.

“Adalah jelas bahwa ini masalah populasi yang berlebihan dan juga nyata bahwa koala-koala itu mengalami penderitaan di Cape Otway karena sakit dan kelaparan,” kata Neville seraya menambahkan bahwa ‘campur tangan’ tersebut diperlukan untuk mencegah penderitaan koala-koala dari kelaparan.

Menurut Neville, populasi koala telah mencapai 20 ekor per hektar, dan hal itu terlalu banyak. Sementara itu program rekolasi terhadap koala-koala terbukti tidak efektif dan justru menimbulkan penderitaan lebih besar bagi koala-koala itu.

Sementara itu pimpinan Bimbi Park Caravan Park di Cape Otway, Frank Fotinas, mengatakan bahwa wilayah tersebut terganggu oleh bau bangkai koala yang tewas karena kelaparan.

Selama ini koala-koala di Australia terancam oleh beberapa faktor karena penyakit, berkurangnya habitat, dan kebakaran hutan. Untuk itu diharapkan pemerintah segera melaksanakan program menejemen koala.

Meski disebut-sebut jumlah koala di Australia mencapai 10 juta ekor sebelum kedatangan pendatang dari Eropa tahun 1788, pemerintah memperkirakan jumlahnya saat ini kurang dari 100.000 ekor.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*