© CE/EC Flag of the Czech Republic 6/12/2003Jakarta, LiputanIslam.com — Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mendesak pemerintah Republik Ceko minta maaf atas penangkapan 10 warga negara Indonesia, termasuk diplomat Indonesia, yang akan melaksanakan salat Jumat di pusat komunitas Islamic Foundation Praha, Republik Ceko. Insiden itu terjadi pada tanggal 25 April 2014 dengan dalih membubarkan diskusi buku berjudul The Bases of Tauhid: The Islamic Concept of God yang dianggap sebagai ancaman dari gerakan Islam garis keras.

“Sore ini kami layangkan surat ke Kedutaan Besar Republik Ceko di Jakarta. KBRI di Cek juga sudah menyatakan protes ke pemerintah Cek. Namun belum ada respons sampai saat ini,” kata Ketua Bidang Dakwah GPII, Nanang Kosim, dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (30/4).

Nanang menuturkan, jika dalam satu kali 24 jam pemerintah Republik Ceko tidak memohon maaf dan tidak ada tindakan tegas atas insiden  tersebut, maka GPII akan menindaklanjutinya dengan aksi ke kedutaan Republik Ceko pada hari Jumat (2/4). Tindakan aparat kepolisian itu dianggap telah melanggar hak asasi manusia dengan menebar teror tanpa alasan.

Menurut dia, mereka telah menodai masjid dengan menyerobot masuk tanpa melepas alas kaki, dan hal ini tidak mengindahkan etika memasuki masjid. Insiden ini juga dinilai telah melecehkan kerja sama diplomatik antara Indonesia dan Republik Ceko dengan menebar ketakutan kepada pejabat diplomat KBRI di negara itu.

Nanang mengatakan pihaknya menuntut pemerintah Republik Ceko menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu. Selain itu, pemerintah Republik Ceko harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia dan umat Islam di seluruh dunia.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*