rampalNew Delhi, LiputanIslam.com — Guru Rampal, orang yang dianggap suci oleh ribuan pengikutnya, akhirnya
berhasil ditangkap setelah terjadi bentrokan hebat antara polisi dengan ribuan pengikutnya.

Seperti dilaporkan BBC News, Rabu (19/11) petang, enam orang dinyatakan tewas dalam bentrokan hebat tersebut sebelum akhirnya Rampal ditangkap di padepokannya di Hisar, negara bagian Haryana, 175 km utara New Delhi. Ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Rampal diperintahkan untuk ditangkap oleh Pengadilan Tinggi Haryana dan Punjab karena berulangkali menolak hadir dalam persidangan kasus pembunuhan di sebuah padepokannya tahun 2006 lalu.

Ribuan pendukung Rampal melempari polisi dengan batu dan bom api kepada polisi yang membalas dengan tembakan meriam air dan gas air mata. Ketika akhirnya polisi berhasil masuk ke dalam padepokan, ditemukan jenasah 4 wanita dan anak-anak di reruntuhan padepokan yang roboh. Dua orang lainnya meninggal di rumah sakit akibat terluka dalam bentrokan.

Polisi menyebut mayat-mayat yang ditemukan tidak menunjukkana tanda-tanda luka dan polisi masih menyelidiki penyebab kematian mereka.

Guru Rampal dibawa keluar kompleks padepokan dengan mobil ambulan, Rabu (19/11) malam di tengah-tengah sorakan ribuan pendukungnya kepada polisi. Selanjutnya ia dibawa ke Chandigarh untuk menghadiri sidang kasusnya hari Kamis (20/11).

Bentrokan hebat terjadi hari Selasa (18/11) setelah polisi mencoba menerobos Padepokan Satlok untuk menangkap Rampal. Polisi bahkan menggunakan bolduser untuk merobohkan pintu gerbang padepokan di tengah hujan batu dan lemparan api.

Polisi menuduh Rampal menggunakan wanita dan anak-anak sebagai tameng hidupnya. Setidaknya 270 orang pendukung Rampal ditahan dan harus menghadapi tuduhan kejahatan serius, termasuk upaya pembunuhan dan melawan negara.

Pemerintah setempat juga telah memutuskan jaringan penerangan dan air bersih ke kompleks padepokan untuk memaksa Rampal menyerah.

Seorang pengikut Rampal, Mani Ram, mengatakan kepada media lokal Indian Express bahwa Rampal telah melarang pengikutnya untuk pergi, menyebut bahwa polisi akan membunuh mereka jika keluar.

Sejak kasus pembunuhan yang terjadi di sebuah padepokannya tahun 2006, Rampal bebas dengan uang jaminan. Namun setelah berulangkali mangkir dari persidangan, pengadilan pun memerintahkan penangkapan terhadap dirinya.

Rampal sendiri membantah terlibat dalam kasus pembunuhan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL