tragedi nigeriaAbuja, LiputanIslam.com — Lembaga pemantau HAM internasional mengklaim orang-orang Shiah yang menjadi korban pembantaian di Nigeria baru-baru ini telah dikuburkan secara massal di utara negara itu.

Islamic Human Rights Commission (IHRC) yang berbasis di Inggris, mengatakan, Rabu (16/12) bahwa militer Nigeria secara diam-diam telah menguburkan ratusan korban pembantaian tersebut, setelah tentara menyerang kediaman Ibrahim al-Zakzaky, hari Ahad (13/12).

Menurut laporan media-media Inggris puluhan orang tewas dalam tragedi itu, namun IHRC menyebutkan angkanya mencapai lebih dari 1.000 orang.

“Lebih dari 1.000 warga tidak bersalah dan tidak bersenjata telah dibunuh secara sistematis. Kenyataannya adalah bahwa apa yang dilakukan orang-orang itu hanyalah memprotes ketidak-adilan,” kata Shadjarah kepada Press TV.

Dalam tragedi itu sejumlah keluarga dan pembantu dekat Sheikh Zakzaky, tewas ketika mencoba melindungi ulama itu dari serangan tentara. Peristiwa itu merupakan susulan dari peristiwa sehari sebelumnya ketika 15 orang Shiah pengikut Sheikh Zakzaky tewas ditembaki tentara di kota Zaria.

Militer menuduh para pengikut Sheikh Zakzaky telah mengganggu konvoi militer Kepala Staff AD Tukur Yusuf Buratai yang menjadi alasan mereka menyerang kediaman Sheikh Zakzaky yang dipenuhi jemaah yang tengah memperingati ‘Hussainiyyah Baqeeyatullah’, demikian seperti dilaporkan Press TV.

Pemerintah Nigeria, yang gagal menangani kelompok teroris Boko Haram, mendapatkan kecaman keras masyarakat internasional atas tragedi itu. Tidak hanya itu, di dalam negari sendiri kecaman keras juga bermunculan. Senator Shehu Sani menyebut tindakan militer tersebut tidak bisa diterima dan mencoreng kehormatan negara. Organisasi yang membawahi umat Islam, The Nigerian Supreme Council for Islamic Affairs juga telah menyerukan dilakukan pertemuan darurat untuk membahas tragedi ini.

Kelompok pengamat HAM internasional Amnesty International mengutuk tragedi ini dan menyerukan dilakukannya penyidikan atas hal ini. Sementara pemerintah AS juga mendesak pemerintah Nigeria untuk melakukan penyidikan. Di Iran demonstrasi besar-besaran digelar di depan Kedubes Nigeria di Teheran, memprotes aksi biadab pemerintah Nigeria.

Jubir Islamic Movement of Nigeria menuduh penyerangan itu ditujukan untuk menyingkirkan orang-orang Shiah dari Nigeria.

Selain pemerintah, kelompok teroris Boko Haram juga menjadikan orang-orang Shiah sebagai sasarannya. Lebih dari 20 orang Shiah tewas dalam serangan kelompok itu pada tanggal 27 November 27 lalu di kota Kano.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL