erdogan bilal2Ankara, LiputanIslam.com — Pemimpin oposisi utama Turki dari Nationalist Movement Party Devlet Bahceli, menyebut karier politik PM Recep Tayyip Erdogan telah tamat, setelah bocornya rekaman pembicaraan dirinya dengan putranya, Bilal Erdogan, yang mengindikasikan kuat keterlibatan Erdogan dalam praktik korupsi.

“Anda (Erdogan) tidak akan bisa ke Cankaya (istana kepresidenan). Anda akan kehabisan nafas sebelum mencapainya,” kata Bahceli kepada media Turki Hurriyet  Daily, hari Senin (3/2).

“Jabatan presiden hanya bisa menjadi impianmu,” tambahnya.

Rekamanan pembicaraan yang bocor yang diunggah ke YouTube, telah beredar luas di dunia maya. Dalam salah satu dari 2 rekaman yang beredar terdengar suara Erdogan yang memerintahkan putranya, Bilal, untuk memindahkan simpanan uang milik mereka yang berada di beberapa rumah milik mereka. Dalam rekaman tersebut terdengar Bilal menyebutkan jumlah uang tersebut yang mencapai 30 juta euro atau lebih dari $41 juta.

Para analis memperkirakan pembicaraan antara keduanya terjadi pada tgl 17 Desember 2013 atau saat kepolisian dan kejaksaan tengah menangkapi kroni-kroni Erdogan. Bilal sendiri sempat dikabarkan menjadi sasaran penyidikan. Bahkan seorang jaksa sempat mengumumkan nama Bilal dalam daftar tersangka sebelum dipecat secara mendadak dari jabatannya.

Setelah melalui upaya keras yang dilakukan Erdogan, termasuk memecat ratusan pejabat kepolisian dan jaksa, serta mengesahkan UU penyidikan yang menempatkan para jaksa dan kepolisian di bawah menteri kehakiman, semua kroni Erdogan yang tertangkap pun akhirnya dibebaskan.

Namun kepuasan Erdogan atas lolosnya kroni-kroninya dari jeratan hukum hanya berlangsung sebentar setelah minggu lalu beredar 2 rekaman pembicaraan dirinya dengan Bilal di dunia maya.

Pada tgl 24 Februari, media pro pemerintah Yenisafak dan Star melaporkan bahwa aparat kepolisian dan kejaksaan yang menjadi simpatisan tokoh spiritual Fethullah Gulen telah melakukan kegiatan penyadapan terhadap Erdogan, politisi dan pengusaha selama 3 tahun.

Gulen, mantan sekutu Erdogan yang tinggal di Amerika karena menghindari kasus hukum yang menjerat, kini menjadi musuh politik terbesar Erdogan. Ia memiliki pengaruh kuat di jajaran birokrasi, media massa, bisnis dan masyarakat awam. Untuk mengebiri kekuatannya, bulan lalu Erdogan menggolkan UU yang mengijinkan pembubaran ribuan sekolah swasta yang dianggap menyimpang dari standar pendidikan nasional. Sebagian besar dari sekolah-sekolah itu adalah milik yayasan Gulen.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*