emir bahrainManama, liputanislam.com — Keluarga Hasan Mushaima`, Sekjen Gerakan Haq yang merupakan kelompok oposisi utama di Bahrain, menuduh rezim Al Khalifa tidak memberikan obat-obatan kepada para tahanan yang sakit, termasuk Hasan Mushaima`.

Keluarga Mushaima` dalam pernyataannya kemarin membeberkan, para pemimpin oposisi yang ditahan mendapat instruksi dari pihak penjara untuk meminta obat yang dibutuhkan dari keluarga mereka. Sebab, para pengurus penjara tak akan memberikan obat-obatan tersebut.

Saat menghubungi keluarganya, Mushaima` berkata, ”Para tahanan menentang keras keputusan ini, karena hak tahanan adalah mendapatkan obat dan bantuan medis dari pihak penjara.”

Keluarga Mushaima` meminta semua pihak terkait dan rakyat agar menekan rezim Bahrain untuk memenuhi kebutuhan medis para tahanan tanpa syarat apa pun.

Di sisi lain, Badan Amnesti Internasional mengumumkan, para pejabat Bahrain harus melakukan investigasi independen dan menyeluruh terkait kematian Fadhil Abbas. Badan ini menegaskan, para pejabat harus diinterogasi terkait kematian pemuda Bahrain ini. Apalagi dengan tersebarnya informasi-informasi kontradiktif tentang insiden yang berujung pada tewasnya Fadhil Abbas. Kontradiksi informasi-informasi ini mengharuskan agar investigasi dilakukan sesegera mungkin.(BT/ABNA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL