Labour leader Ed Miliband is believed to be planning his fourth reshuffle in three years.London, LiputanIslam.com — Pemimpin oposisi Inggris mengecam Perdana Menteri David Cameron yang dianggap gagal melakukan langkah tegas atas tindakan keji Israel di Gaza.

Sebagaimana laporan Press TV hari ini (3/8), pemimpin Partai Buruh Ed Miliband, hari Sabtu (2/7) mengatakan bahwa sikap diam Cameron atas tindakan Israel di Gaza sebagai “keliru dan tidak bisa dibenarkan”.

“Perdana menteri telah keliru dengan tidak menentang serangan Israel ke Gaza. Sikap diamnya atas pembunuhan ratusan warga sipil Palestina yang tidak berdosa tidak bisa diterima oleh seluruh rakyat Inggris dan masyarakat internasional,” kata Miliband.

Reaksi keras Miliband tersebut menyusul munculnya berbagai laporan yang menyebutkan keberadaan senjata-senjata buatan Inggris dalam aksi yang dilakukan Israel di GAza.

Media Inggris Independent melaporkan bahwa ijin ekspor senilai $70 miliar telah diberikan kepada industri senjata Inggris sejak tahun 2010 untuk menjual senjatanya ke Israel.

Beberapa perlengkapan militer buatan Inggris yang digunakan Israel mencakup jaket anti-peluru, meriam kapal hingga kendaraan lapis baja.

“Di antara pembuat senjata yang diijinkan menjual senjatanya ke Israel adalah 2 perusahaan Inggris yang mensuplai komponen-komponen bagi pesawat tanpa awak Hermes, yang oleh Israel disebut sebagai tulang punggung misi serangan dan mata-mata. Satu dari perusahaan itu juga menjual komponen-komponen untuk tank utama Israel,” tulis Independent.

Pertemuan Rahasia Dukung Israel

Sementara itu sebuah pertemuan rahasia untuk mendukung Israel dikabarkan telah digelar di kota London dengan diikuti oleh 25 negara.

Seperti laporan kantor berita UPI hari Jumat (1/8),  pertemuan digelar akhir Juli lalu selama 3 hari, dihadiri oleh diplomat senior Inggris Alistair Burt dan menteri inteligen Israel Yuval Steinitz. Peserta lain berasal dari negara-negara AS, Australia, dan Kanada, serta sejumlah negara-negara Eropa.

Menurut laporan tersebut pertemuan diadakan sebagai upaya Israel untuk membendung dampak kampanye internasional boikot Israel, “Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS)”.

BDS adalah gerakan internasional yang digalang para aktifis untuk menekan Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman ilegal di wilayah pendudukan Palestina.

Masalah pemukiman yahudi kini menjadi penghalang utama perundingan damai Palestina-Israel.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL