Sumber: kompas.com

Lombok, LiputanIslam.com— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan di tengah kondisi perekonomian global yang kurang baik, pasar modal Indonesia tumbuh lebih baik dari negara tetangga.

“Pasar modal Indonesia dicemburui negara tetangga karena dengan kondisi perekoomian global, kita masih bisa tumbuh dengan meyakinkan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen, Lombok, Jumat (25/10).

Hoesen menjelaskan, pertumbuhan pasar modal di beberapa negara cenderung negatif dalam hal jumlah emiten, seperti di Singapura. Jumlah emiten di negara tersebut sulit bertambah karena pasar modalnya sudah cukup banyak dan mendekati jumlah penduduk.

Baca: BEI: Literasi Rendah Jadi Tantangan Besar Pasar Modal Syariah

Dia menyampaikan, Indonesia masih memiliki ruang sangat besar untuk tumbuh karena jumlah investor di Indonesia masih belum banyak, yakni 2,22 juta. Angka tersebut masih terbilang kecil dibandingkan dengan total penduduk yang ada di Indonesia

“Kita optimis pasar akan tumbuh karena jumlah investor dibanding penduduk masih sangat kecil tidak sampai 1 persen artinya pasar kita masih jauh dari jenuh,” ujarnya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi mengungkapkan, jika ada 41 emiten baru di Indonesia, maka Indonesia akan menduduki uturan pertama dengan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) terbanyak.

“Tahun ini IPO sudah 41 sehingga total sudah capai 655 persusahaan per 18 Oktober, 2019. Kita sudah diatas dari Malaysia, Thailand dan Singapura. Perkembangan selama enam tahun Malaysia sudah stagnan 1,4 sementara indonesia paling tinggi kita tumbh 25,3 persen setelah itu Vietnam 23,6 persen, Thailand 16,2 persen, Filipina 1,1 persen, malah Singapura minus 4,8 persen,” ungkapnya. (sh/investing/kompas)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*