obamaWashington, LiputanIslam.com—Presiden AS Barack Obama mengkritik pejabat Partai Republik yang berpihak kepada Rusia di tengah isu peretasan pemilu. Ia menegaskan bahwa Presiden Vladimir Putin tak boleh dipercaya.

Dalam wawancara dengan ABC News pada Jumat (6/01/2017), Obama mengatakan ia khawatir dengan “pejabat atau akademisi dari Partai Republik yang telihat berpihak kepada Vladimir Putin daripada orang Amerika sendiri yang berasal dari Partai Demokrat.” kata Obama.

Ketika ditanya apakah ia berbicara tentang Presiden terpilih Donald Trump, Obama menjawab, “Saya sudah bilang setelah pemilihan, kita harus ingat bahwa kita berada di pihak yang sama. Vladimir Putin bukan di pihak kita.”

Pemerintah Obama  merilis laporan intelijen pada Jumat lalu yang berisi tuduhan bahwa Putin secara personal menyuruh bawahannya untuk membantu Trump memenangi pemilihan presiden AS.

“Faktanya, pemerintah Rusia berniat ikut campur, dan mereka benar-benar ikut campur,” demikian klaim Obama.

Dalam laporan tersebut, berbagai badan intelijen AS yaitu Central Intelligence Agency (CIA), Federal Bureau of Investigation (FBI) dan National Security Agency (NSA), menuduh Rusia membantu Trump dengan cara melakukan kampanye hitam terhadap rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, dan meretas penghitungan suara pemilu.

Namun, Obama dan Rusia menolak tuduhan tersebut. Dalam pertemuan dengan agen intelijen Obama di Trump Tower, New York, Trump mengatakan upaya peretasan tersebut “benar-benar tidak berefek ke hasil pemilihan” dan  menyalahkan Komite Nasional Demokrat karena membiarkan peretasan terjadi.

“Kelalaian yang menjijikkan dari Komite Nasional Demokrat telah membuat peretasan itu  terjadi.” tulis Trump di akun twitternya. “Komite Nasional Republik memiliki sistem keamanan yang kuat!” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL