Washington, LiputanIslam.com—Mantan Presiden AS Barack Obama mengatakan, keputusannya untuk tidak mengebom Suriah setelah adanya dugaan penggunaan senjata kimia membutuhkan “keberanian politik terbesar.”

“Saya berpikir bahwa isu yang butuh keberanian politik terbesar adalah keputusan saya untuk tidak mengebom Suriah setelah adanya bukti penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah,” kata Obama dalam wawancara kepada Medium pada Senin (15/05/2017).

“Sekarang, kita tahu bahwa masih ada [senjata kimia] yang tersisa, maka [keputusan untuk tidak mengebom Suriah] bukanlah solusi yang sempurna. Tapi kita juga tahu bahwa 99 persen senjata yang ditimbun berhasil dihancurkan tanpa dibom,” lanjutnya.

Pernyataan Obama ini berkebalikan dengan respon keras Trump, yang belum lama ini memerintahkan serangan udara ke pangkalan militer Suriah setelah adanya dugaan senjata kimia yang dilakukan pemerintah Suriah.

Obama menegaskan bahwa di AS, “Anda akan diberi pujian jika melakukan langkah militer, dan akan dikritik jika tidak melakukannya.”

Di bawah Obama, koalisi pimpinan AS meluncurkan serangan udara ke kelompok ISIS di Suriah sejak bulan September 2014, tanpa adanya pemberian kuasa dari pemerintah Damaskus atau mandat dari PBB. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL