barack obamaLos Angeles, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa ‘kemungkinan’ penembakan di California yang menewaskan 14 orang adalah aksi terorisme.

“Adalah mungkin bahwa ini merupakan aksi terkait dengan terorisme, namun kami belum memastikannya,” kata Obama kepada pers, Kamis (3/12) di Gedung Putih.

“Kemungkinan ada beberapa motif sekaligus dalam aksi ini, yang membuat penyelidikan semakin sulit. Namun dijamin kita akan menemukannya,” tambahnya seperti dilaporkan Press TV.

Pada hari Rabu (2/2), dua orang bersenjata melakukan serangan acak di sebuah fasilitas rehabilitasi orang cacat di San Bernardino, California, menewaskan setidaknya 14 orang dan melukai 17 lainnya. Ini adalah penembakan massal paling besar selama 3 tahun terakhir.

Pelaku penembakan disebut-sebut bernama Farook (28 tahun) dan istrinya Tashfeen (27 tahun). Keduanya tewas setelah ditembak polisi.

Obama memuji tindakan cepat polisi dan penegak hukum AS, namun juga mendesak semua pihak untuk mendukung langkah pembatasan senjat api di AS yang konstitusinya menjamin kebebasan warganya untuk memiliki senjata api.

“Kita tidak bisa mengandalkan profesionalisme (aparat keamanan) untuk mengatasi masalah ini. Kita semua memiliki peran untuk melakukan tindakan bersama,” katanya.

Sehari setelah peristiwa itu Barack Obama melakukan pertemuan dengan para pejabat keamanan AS di Gedung Putih, membicarakan tentang isu pembatasan senjata api. Para pejabat yang hadir dalam pertemuan itu di antaranya adalah Wapres Joe Biden, Jaksa Agung Loretta Lynch, Direktur FBI James Comey, dan Penasihat Keamanan Susan Rice.

Dalam wawancara hari Rabu Obama menyebut kepemilikan senjata api di AS ‘tidak tertandingi’ di seluruh dunia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL