barack-obamaWashington, LiputanIslam.com — Presiden Barack Obama menyatakan telah memberikan otoritas kepada militer AS untuk melancarkan serangan udara terhadap kelompok-kelompok militan di Irak. Namun ia menegaskan tidak akan mengirimkan kembali pasukan AS ke Irak.

Perintah tersebut diberikan untuk mencegah pembantaian terhadap para penganut agama minoritas oleh kelompok ISIS dan kelompok ini akan menjadi target serangan AS. Demikian laporan BBC, Jumat (8/8).

Sebagaimana dilaporkan BBC, sampai saat ini AS belum melakukan serangan apapun, namun telah mengirimkan bantuan kemanusiaan yang diterjunkan di wilayah-wilayah yang berada dalam ancaman kelompok militan.

Kelompok ISIS saat ini telah menguasai kota Qaraqosh, kota terbesar komunitas Kristen Irak, memaksa sebagian besar penduduknya mengungsi. Sementara itu diperkirakan sekitar 50.000 warga sekte Yazidi terperangkap di daerah pegunungan setelah melarikan diri dari pembantaian oleh kelompok ISIS di kota Sinjar, Irak utara.

Berbicara kepada wartawan di kantornya, Obama mengatakan militer AS telah menerjunkan makanan dan minuman untuk orang-orang Yazidi di Gunung Sinjar.

PBB memperkirakan sekitar 200.000 warga sipil telah terusir dari tempat tinggalnya di kota Sinjar dan sekitar 50.000 di antaranya berada di daerah pegunungan di luar kota. Mereka terancam kelaparan dan kehausan di daerah itu, namun takut untuk meninggalkannya karena ancaman kejaran ISIS.

Menurut Obama, pemerintah Irak telah mengajukan permohonan bantuan, dan pihaknya akan bertindak “secara hati-hati dan bertanggungjawab, untuk mencegah kemungkinan tindakan “genoside” (pembunuhan massal)”.

Menurut Obama, pesawat-pesawat tempur AS akan menyerang kelompok ISIS jika mengancam Baghdad, atau bergerak ke kota Irbil yang merupakan ibukota wilayah otonomi Kurdi di utara Irak. Di kedua kota ini terkonsentrasi para diplomat dan penasihat militer AS.

Sebagai tambahan, Obama menyebutkan serangan udara akan dilakukan untuk membantu pasukan Irak menyelamatkan warga yang terjebak di Gunung Sinjar.

“Penyelesaian terakhir satu-satunya adalah rekonsiliasi di antara komunitas di Irak dan angkatan perang Irak yang kuat,” kata Obama.

Meski dianggap tidak cukup efektif untuk menghancurkan kekuatan ISIS, langkah ini dianggap sebagai perubahan signifikan, mengingat selama ini Obama menolak melakukan intervensi di Suriah.

Sebelumnya, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan “keterkejutan yang mendalam” oleh situasi yang berkembang.

Diperkirakan sekitar 100.000 warga Kristen Irak telah melarikan diri dari rumah mereka karena serangan ISIS. Sebagian besar mereka kini berada di wilayah otonomi Kurdi.

Selama beberapa minggu terakhir milisi dan aparat keamanan Kurdi telah bertempur melawan ISIS. Namun mereka akhirnya meninggalkan kota Qaraqosh untuk dikuasai ISIS. Sesampai di kota itu, mereka dikabarkan segera menurunkan salib dan membakar kitab-kitab kuno di gereja-gereja.

Bulan lalu ratusan warga Kristen Mosul melarikan diri setelah menerima ancaman ISIS untuk masuk Islam, membayar pajak khusus, atau dihukum mati.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL