demo fergusonWashington DC, LiputanIslam.com — Presiden Barack Obama mengutuk aksi penembakan terhadap 2 orang polisi dalam aksi demonstrasi di depan kantor polisi setempat, Rabu malam. Obama menyebut aksi tersebut sebagai “tidak bisa dimaafkan” dan memerintahkan penangkapan terhadap pelakunya.

“Saya rasa apa yang terjadi di Ferguson adalah tindakan opressif yang harus ditentang. Namun tidak ada alasan untuk melakukan tindakan kriminal. Siapa yang melakukan penembakan itu adalah penjahat kriminal,” kata Obama dalam wawancara dengan program ‘Jimmy Kimmel Live’ di televisi ABC, seperti dilansir BBC News, Jumat (13/3).

Penembakan 2 orang polisi itu terjadi di tengah-tengah aksi demonstrasi di depan kantor polisi Ferguson, Missouri, telah muncul pengumuman pengunduran diri kepala polisi Ferguson.

Aksi protes menentang polisi masih berlanjut hari Kamis, namun berlangung damai. Sementara 2 polisi yang tertembak telah keluar dari rumah sakit. Adapun pelaku penembakan masih dalam pencarian polisi.

Kota kecil Ferguson di negara bagian Missouri, AS, sering dilanda aksi demonstrasi menentang kekerasan polisi setelah terjadinya penembakan terhadap remaja kulit hitam oleh polisi kulit putih, Agustus 2014.

Pengadilan membebaskan polisi tersebut karena dianggap tidak bersalah. Namun penyelidikan oleh Kejaksaan Agung AS minggu lalu menyimpulkan adanya praktik-praktik rasialisme di antara aparat kepolisian Ferguson. Hal ini mendorong kepala kepolisian setempat, Thomas Jackson, mengundurkan diri, Rabu (11/3).

Pada hari Kamis unit buru sergap polisi mendatangi sebuah rumah dan menangkap sejumlah orang yang diduga terkait dengan penembakan terhadap polisi tersebut. Namun kemudian mereka dilepaskan kembali.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*