Barack ObamaWashington, LiputanIslam.com — Presiden Amerika Barack Obama memperingatkan Rusia untuk tidak melakukan intervensi di Ukraina, menyebutkan dirinya “sangat konsern” dengan laporan-laporan tentang invasi pasukan Rusia di Krimea.

“Kami sangat konsern dengan laporan-laporan tentang pergerakan pasukan Rusia di Ukraina,” kata Obama dalam pernyataan singkat yang disampaikannya di Gedung Putih, Jumat kemarin (28/2).

Menurut Obama hal itu merupakan pelanggaran nyata atas kedaulatan Ukraina dan hukum internasional.

“Setiap pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas Ukraina akan mengganggu stabilitas, dan itu bukanlah kepentingan Ukraina, Rusia ataupun Eropa,” tambahnya.

Obama menyebutkan bahwa Wapres Joe Biden telah berbicara dengan PM Rusia Dmitry Medvedev hari Jumat untuk menyampaikan keprihatinan Amerika.

DK PBB Bersidang

Sementara itu Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (28/2) melaksanakan “private meeting” dan konsultasi rahasia tentang perkembangan di Ukraine. Pertemuan dan diskusis tersebut digelar atas permintaan Ukraina.

Delegasi dari 15 negara anggota DK PBB mengadakan pertemuan tertutup untuk mendengarkan penjelasan ringkas tentang perkembangan Ukraina oleh dubes Ukraina di PBB dan Deputi Sekjen PBB Jeffrey Feltman.

Menurut keterangan jubir PBB Martin Nesirky, Sekjend PBB Ban Ki-moon telah mengirim utusan ke Ukraina, Robert Serry.

Di sisi lain Presiden Rusia Vladimir Putin telah menjamin bahwa dirinya menginginkan adanya situasi normal di Ukraina dan berakhirnya aksi-aksi kekerasan di sana. Pernyataan tersebut disampaikan Putin kepada PM Inggris, Kanselir Jerman dan Presiden Dewan Eropa melalui telepon, hari Jumat (28/2).

Yanukovych: Saya akan Kembali

Hari Jumat (28/2) juga menjadi hari pertama kemunculan Victor Yanukovych di depan publik setelah tersingkir dari kursi kekuasaan. Hari itu ia mengadakan konperensi pers di kota Rostov-on-Don.

Yanukovych menuduh Ukraina kini telah diduduki oleh “sekelompok minoritas fascis” dan kekuasaannya telah dirampas secara tidak sah oleh mereka. Ia juga menuduh pemerintah negara-negara barat bertanggungjawab dalam aksi ilegal tersebut.

“Saya tidak disingkirkan oleh siapapun. Saya hanya terpaksa meninggalkan Ukraina karena ancaman keamanana saya dan keluarga saya,” kata Yanukovych dalam konperensi persnya.

“Ini adalah akibat dari kebijakan yang tidak bertanggungjawab negara-negara barat yang telah mendukung para demonstran,” katanya lagi.

Ia menambahkan bahwa dirinya akan berjuang untuk menyelamatkan masa depan negaranya dan akan kembali setelah kondisi keamanan memungkinkan.(ca/press tv/guardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*