obamaTel Aviv, LiputanIslam.com–Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menyatakan kekhawatirannya terhadap Presiden Obama yang berpotensi melakukan aksi melawan kepentingan Israel sebelum turun dari jabatannya pada Januari tahun depan.

Netanyahu manyatakan hal tersebut di kantornya pada Rabu (19/10/16); “[berdasarkan pengalaman] pada masa lalu, presiden pada akhir kekuasannya melakukan tindakan yang berseberangan dengan kepentingan Israel.”

Netanyahu menambahkan bahwa ia berharap pengalaman itu tidak terulang kali ini dan ia ingin Amerika Serikat tidak mengubah kebijakannya untuk melarang resolusi anti-Israel oleh Dewan Kemanan PBB.

AS sebelumnya telah melakukan veto terhadap sejumlah resolusi yang mengecam kebijakan atau aksi Israel di Dewan Keamanan PBB sejak 1972.

Pemerintah Obama berkali-kali menyatakan perluasan pemukiman ilegal di Palestina adalah penghambat dalan solusi dua-negara.

“Aktivitas perluasan pemukiman yang signifikan ini menciptakan ancaman serius atas kelangsungan solusi dua-negara,” tegas juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.

Media Israel baru-baru ini memiliki spekulasi bahwa Obama bisa jadi akan memberikan sebuah pidato sebelum meninggalkan Gedung Putih yang berisi pernyataan negatif terhadap Israel.

Berdasarkan sebuah laporan, pemerintah Israel juga khawatir Washington menuntut rezim Netanyahu untuk berhenti mendirikan pemukiman ilegal di Tepi Barat. (ra/presstv)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL