obama modi2New Delhi, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri India Narendra Modi berhasil meraih kesepakatan kerjasama nuklir yang oleh Obama disebut sebagai “terobosan”.

Sebagaimana dilaporkan Press TV, Minggu (25/1) petang, kedua pemimpin itu telah meraih perjanjian penting di bidang pengembangan nuklir senilai miliaran dolar sekaligus memperkuata hubungan pertahanan keduanya.

Dalam pernyataan pers bersama di New Delhi, Minggu, Obama mengatakan kedua pihak telah mencapai “saling pengertian yang memberikan terobosan penting” di bidang kerjasama teknologi nuklir yang memungkinkan perusahaan-perusahaan AS membangun reaktor-reaktor nuklir di India.

Washington dan New Delhi telah mencapai kesepahaman kerjasama nuklir pada tahun 2008, namun sejauh ini mengalami hambatan dalam implementasinya.

“Kami berkomitmen untuk melakukan implementasi penuh (atas kesepahaman tersebut). Ini adalah langkah penting yang menunjukkan bagaimana kita bisa bekerjasama untuk meningkatkan kerjasama kedua negara,” kata Obama dalam konperensi pers tersebut.

Sementara itu Dubes AS untuk INdia Richard Verma mengatakan kepada wartawan bahwa kedua negara telah menyelesaikan perbedaan-perbedaan tentang kesiapan dukungan kepada India dalam hal terjadi insiden nuklir dan isu-isu nuklir lainnya.

“Yang terutama adalah terserah kepada perusahaan-perusahaan AS untuk menindak-lanjutinya, namun kedua pemerintah telah saling sepakat,” kata Verma.

AS menyebutkan bahwa perjanjian kejasama itu memungkinkan AS untuk melacak keberadaan material-material nuklir yang diberikannya kepada India dan mengontrol keamanannya.

Kedatangan Obama dalam misi tiga hari di India diwarnai aksi di luar kebiasaan protokoler ketika Modi menyambut langsung Obama di bandara dan memberikan pelukan hangat. Namun ratusan aktifis pada hari Sabtu (24/1) melakukan aksi menolak kedatangan Obama dan menuduh Obama hendak campur tangan urusan India.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*