obama bibiWashington DC, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama dikabarkan marah kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena menerima undangan Congress yang tengah berselisih dengan Gedung Putih, tanpa berkonsultasi terlebih dahulu. Seorang pejabat senior AS mengatakan hal ini.

Seperti dilaporkan oleh New York Times dan dikutip Press TV, Kamis (29/1), pejabat senior AS telah mengecam keras Dubes Israel di AS Ron Dermer yang dianggap bertanggungjawab atas rencana kedatangan Netanyahu di depan Congress pada tanggal 3 Maret mendatang. Netanyahu dijadwalkan akan berpidato tentang “ancaman” Iran.

Undangan itu muncul setelah Presiden Obama mengancam akan memveto RUU pemberian sanksi baru terhadap Iran yang tengah dibahas oleh Congress yang dikuasi kubu oposisi Partai Republik.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada The Times bahwa Dermer telah berkali-kali menempatkan kepentingan politik Netanyahu di atas kepentingan hubungan kedua negara. Tanpa sepengetahuan Gedung Putih Dermer telah bekerjasama dengan Ketua Congress John Boehner untuk merancang acara pidato Netanyahu itu.

Menanggapi kemarahan pemerintah AS itu Dermer mengatakan bahwa dirinya tidak menyesal karena telah bertindak atas kepentingan Israel.

“Sepengetahuan saya adalah, ini hak prerogratif Ketua Congress dan ialah yang akan memberitahukan hal ini kepada pemerintah AS,” katanya kepada The Times, Rabu (28/1).

Gedung Putih menyebut undangan terhadap Netanyahu telah melanggar hubungan diplomatik dan bahwa Presiden Obama tidak akan menemui Netanyahu.

Netanyahu diketahui tengah mendesak Congress untuk menerapkan saksi lebih keras terhadap Iran. Sebaliknya Obama menentang keras rencana tersebut sementara perundingan nuklir dengan Iran masih berlangsung.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*