obamaWashington DC, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama membandingkan belanja militer AS dengan Iran untuk menunjukkan bahwa kebijakannya berunding dengan Iran tentang program nuklir Iran mengandung ancaman yang minimal.

“Belanja pertahanan Iran hanya $30 miliar. Belanja kita mendekati $600 miliar,” kata Obama dalam wawancara dengan New York Times seperti dilaporkan situs PolitiFact.com, Jumat (10/4).

“Iran sadar bahwa mereka tidak ingin berperang dengan kita,” tambah Obama.

Seperti diketahui AS tengah terlibat perundingan mengenai program nuklir Iran bersama negara-negara maju lain yang tergabung dalam kelompok P5+1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina dan Jerman) di satu pihak dengan Iran di pihak lain. Kedua pihak telah sepakat dengan ‘kerangka kerja’ bagi ditandatanganinya kesepakatan akhir yang komprehensif sebelum tanggal 1 Juli mendatang.

Perundingan tersebut mendapatkan tantangan keras para politisi Partai Republik serta pemerintah Israel yang menganggap perjanjian itu hanya membuat ‘ancaman Iran’ terhadap Israel dan AS semakin nyata.

Menurut laporan PolitiFact.com, klaim Obama tentang belanja militer Iran terlalu berlebihan karena faktanya tidak sebesar itu.

“Kami mendapatkan beberapa perkiraan tentang belanja militer Iran. ‘The Congressional Research Service’ mengatakan bahwa Iran membelanjakan 3 persen dari GDP (untuk pertahanan), yaitu sekitar $11 miliar. ‘Reuters’ melaporkan bahwa Presiden Iran Hassan Rouhani merencanakan untuk membelanjakan 282 trillion rial untuk pertahanan, yang nilainya sama dengan sekitar $10 miliar. ‘The Stockholm International Peace Research Institute’ juga memiliki perkiraan yang sama,” demikian laporan itu menyebutkan.

Dalam laporan ‘Congressional Research Service’ (CRS) disebutkan bahwa Iran tidak memiliki kemampuan kuat untuk menggelar pasukan regulernya di luar wilayahnya, namun Iran mampu membangun kekuatan dengan menggunakan para pejuang Shiah yang telah dibinanya di kawasan.

“Iran mengembangkan besar-besaran sistem-sistem persenjataan mematikan seperti ranja-ranjau laut yang canggih, kapal-kapal selam, pertahanan pantai dan rudal-rudal jelajah dan ballistik anti-kapal, serta kapal dan pesawat tempur,” demikian laporan CRS.

Di sisi lain, analis militer Timur Tengah Anthony Cordesman, sebagaimana dikutip PolitiFact.com menyebutkan bahwa belanja militer Iran, termasuk bantuan kepada sekutu-sekutunya di kawasan, mencapai $14 miliar.

Sedangkan perkiraan terbesar diberikan oleh lembaga kajian ‘Center for Arms Control and Nonproliferation’ yang berbasis di Washington. Lembaga ini memperkirakan belanja militer Iran mencapai $17,7 miliar atau sekitar Rp 230 triliun pada tahun 2013.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL