TRINIDAD-AMERICAS-SUMMIT-OBAMAWashington, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama mengatakan, AS tidak terindimidasi oleh pembunuhan wartawan Steven Sotloff oleh kelompok ISIS. Sebaliknya ia bersumpah akan membalas aksi pembunuhan tersebut.

“Jangkauan kami jauh dan keadilan akan ditegakkan,” kata Obama menanggapi penyembelihan Sotloff, Rabu (3/9), sebagaimana dilaporkan BBC News.

Sebelumnya, seorang wartawan AS lainnya, James Foley, diklaim kelompok ISIS telah dibunuh bulan lalu.

Secara terpisah, sekutu terdekat AS, Inggris, menggelar rapat darurat “Komite Cobra” setelah ISIS juga mengancam akan membunuh wartawan Inggris yang ditawan.

Jubir Dewan Keamanan Nasional AS, Caitlin Hayden mengatakan bahwa agen-agen inteligen AS telah menganalisa video pembunuhan Steven Sotloff dan menyimpulkan bahwa hal itu adalah benar.

Berbicara dalam pertemuan dengan para pemimpin negara-negara Baltik di Estonia, Rabu (3/9), Obama mengatakan bahwa aksi penyembelihan merupakan “tindakan yang mengerikan”.

“Kami tidak bisa membayangkan kesedihan yang dirasakan orang-orang yang mencintai Steven. Negara kami berduka bersama mereka,” kata Obama.

“Apapun yang dipikirkan para pembunuh itu akan didapatkannya dengan membunuh warga AS yang tidak berdosa seperti Steven, mereka telah keliru. Mereka keliru, karena seperti seluruh manusia di dunia, rakyat Amerika jijik dengan tindakan barbar mereka. Kami tidak akan terintimidasi. Aksi keji mereka hanya menyatukan kami sebagai satu negara dan memperkuat tekad kami.”

“Mereka yang telah keliru dengan melukai rakyat Amerika akan mengetahui bahwa kami tidak akan lupa, bahwa jangkauan kami panjang, dan keadilan akan ditegakkan,” tambah Obama dalam pidatonya.

Obama menegaskan bahwa strategi AS adalah menjamin bahwa ISIL tidak lagi menjadi ancaman di kawasan. Namun untuk mewujudkan hal itu, Obama mengakui membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Seorang jubir keluarga Sotloff mengatakan bahwa mereka telah mempercayai kebenaran video pembunuhan Sotloff, dan memutuskan untuk tidak memberikan pernyataan kepada publik atas kesedihan mereka.

Sementara itu Jubir Kemenlu Jen Psaki mengatakan bahwa masih ada beberapa warga AS yang ditahan oleh ISIL.

Steven Sotloff (31 tahun) yang memiliki kewarganegaraan ganda dengan Israel, diculik pada bulan Agustus 2013. Dalam video pembunuhan James Foley yang dirilis ISIS bulan lalu, Sotloff juga tampak sekilas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL