obama dan pm irakBerlin, LiputanIslam.com — Presiden AS mengakui bahwa misi AS di Irak belum selesai, di tengah kecaman kegagalan misi AS dan koalisinya untuk menghentikan kekuatan kelompok teroris ISIS.

Obama mengatakan pihaknya kini tengah melakukan kejian untuk membantu pemerintah Irak dalam memerangi ISIS dengan bantuan senjata dan pelatihan. Di sisi lain ia menyebutkan bahwa komitmen sungguh pihak Irak diperlukan dalam memerangi ISIS.

“Kita belum memiliki strategi yang lengkap, karena ini membutuhkan komitmen-komitmen oleh pihak Irak, termasuk tentang bagaimana melakukan rekrutmen dan melakukan pelatihan-pelatihan,” kata Obama dalam konperensi pers, usai bertemu PM Irak Haider al-Abadi di sela-sela pertemuan G7 di Jerman, sebagaimana dilaporkan BBC News, Senin (8/6).

Pendapat berbeda disampaikan oleh wakil Partai Republik di parlemen AS, Kevin McCarthy. “Kita tidak memenangkan perang melawan ISIS karena kita tidak memiliki rencana untuk menang,” katanya.

Meski AS menempatkan 3.000 tentara pelatih di Irak dan telah banyak melakukan serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah, hal itu tidak menghentikan ekspansi ISIS. Dalam beberapa minggu terakhir kelompok ini bahkan mencapai kemajuan signifikan di Irak dan Suriah. Bulan lalu mereka merebut ibukota Provinsi Anbar, Ramadi, selain kota Tadmur dan Palmyra di Suriah.

Dan seperti kejatuhan kota-kota Irak lainnya ke tangan ISIS, pasukan Irak yang dilatih dan dipersenjatai AS dengan tugas menjaga keamanan kota-kota itu melarikan diri dan meninggalkan begitu saja peralatan tempurnya setelah diserang ISIS.

Selain itu seringkali pesawat-pesawat AS justru membom posisi-posisi pasukan Irak, sehingga muncul kecurigaan AS telah ‘bermain mata’ dengan kelompok ISIS.

Kantor berita Iran Fars News melaporkan hari Sabtu (6/6) pesawat-pesawat tempur AS membom pangkalan militer pasukan Irak di Fallujah, menewaskan 6 orang tentara Irak dan melukai 8 orang lainnya.

Ini bukan pertama kalinya insiden seperti itu terjadi. Sebelumnya pada awal Mei ini pesawat-pesawat tempur AS juga membom milisi Shiah Irak di dekat Baghdad, menewaskan sejumlah orang milisi dan menghancurkan gudang senjata mereka.

Media yang sama melaporkan pada 29 Maret lalu pesawat-pesawat pembom AS juga membom posisi-posisi milisi Shiah Irak yang tengah bertempur melawan ISIS di Tikrit.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL