obama3Washington DC, LiputanIslam.com — Setelah dikritik karena bungkam soal penembakan 3 warga Muslim di Chapel Hill, North Carolina, Selasa (10/2), Presiden Barack Obama akhirnya mengecam aksi brutal tersebut.\

“Tidak ada di AS yang boleh menjadi sasaran (kebencian) karena siapa mereka, seperti apa mereka, dan bagaimana mereka memuja Tuhannya,” kata Obama, Jumat (13/2), seperti dilansir Press TV.

“Michelle dan saya menyatakan berduka cita kepada keluarga tercinta para korban,” tambahnya.

Komentar tersebut disampaikan setelah Obama mendapat kecaman terbuka dari Presiden Turki Tayyep Erdogan dalam kunjungannya di Mexico, setelah para pejabat AS bungkam atas insiden tersebut. Erdogan mengatakan, kebungkaman itu akan mengakibatkan umat Islam akan bersikap apatis kepada AS di masa mendatang.

Hari Selasa lalu, seorang warga paruh baya kulit putih AS yang mengaku sebagai seorang atheis menembak mati Deah Shaddy Barakat (23 tahun), istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha (21 tahun), dan adik perempuan Yusor, Razan Mohammad Abu-Salha (19 tahun) di dekat kampus University of North Carolina at Chapel Hill.

Istri pelaku mengklaim penembakan itu karena perselisihan tempat parkir, namun keluarga dan para saksi menyebutkan alasannya adalah kebencian agama.

Sementara itu Sekjen PBB Ban Ki-moon, juga menyatakan simpatinya kepada korban penembakan tersebut dan mengutuk pelakunya. Ia juga mendesak aparat hukum untuk menyelidiki kasus ini hingga tuntas, termasuk aspek kejahatan agama.

Sementara itu kepolisian federal AS, FBI, menyatakan kesiapannya untuk membantu polisi lokal untuk menuntas penyidikan kasus ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL