Hasyim-Muzadi-1Yogyakarta, LiputanIslam.com — Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan bahwa politik NU bukan menjurus pada kekuasaan, tapi membicarakan Indonesia harus bagaimana. Hal itu disampaikannya dalam acara “Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan dengan Tema Tentang Keagamaan, Keummatan dan Kebangsaan”, di Yogyakarta, Selasa (06/05).

“Nah, ini posisi yang dapat diambil oleh NU,” ungkap mantan Ketua PBNU tersebut.

Kiai Hasyim juga menyatakan, banyak daerah-daerah minta untuk mengadakan sarasehan ulama pesantren dan cendekiawan. “Ini sekarang di Yogya, tanggal 12 di Sidoarjo. Karena informasi yang diberikan tentang Indonesia secara lengkap,” tuturnya.

Saraserah tersebut, menurut KH Hasyim Muzadi, bukan untuk kepentingan pemilihan legislatif atau kepentingan pemilihan presiden. Tapi perbaikan untuk Indonesia.

 

Tetap di Jalur Khittah
Sementara itu dalam acara yang sama, Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf mengatakan bahwa komitmen NU untuk menyebarkan paham keagamaan yang ramah terhadap sesama telah membawa wibawa tersendiri bagi ormas Islam terbesar ini, khususnya di mata orang-orang yang memilih jalur politik praktis.

“Hal tersebut terbukti dengan datangnya para capres kepada tokoh-tokoh kita, seolah mereka ingin menunjukkan kepada bangsa ini, bahwa mereka telah sowan dan mendapat restu dari kita,” ungkapnya.

Slamet juga berpesan kepada para kiai dan para cendekiawan yang hadir dalam kesempatan tersebut agar tetap berada di jalurnya masing-masing. Secara organisasi, NU tetap netral dari pilihan politik tertentu.

“Kita sebagai cahaya bagi umat harus tetap teguh di maqam (posisi) kita untuk tidak masuk ke jalur politik (praktis). Khittah NU sudah benar dan itulah yang harus kita laksanakan,” tandasnya.

Mantan ketua umum Gerakan Pemuda Ansor ini mengapresiasi acara yang digagas Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi tersebut. Slamet menilai, ini momen yang berharga di lingkungan NU di tengah hiruk pikuk perpolitikan kita.

“Jangan khawatir insyaallah acara ini tidak akan menggiring para peserta untuk memilih calon presiden tertentu,” ujar Slamet yang disambut tawa para peserta.(ca/nu.or.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL