foto: nu online

foto: nu online

Sukoharjo, LiputanIslam.com – Solo, kota yang terkenal dengan batiknya, ternyata merupakan daerah yang menjadi basis gerakan Islam radikal. Hal itu disampaikan oleh  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sukoharjo, Abdullah Faishol.

“Gerakan ISIS di wilayah Solo Raya terdapat di Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar dan Kota Solo. Ketiga wilayah itu merupakan daerah basis kelompok Islam garis keras,” papar Abdullah, yang juga dosen IAIN Surakarta ini. (Baca juga: NU Kecam Keras Rencana Pembongkaran Makam Nabi)

Dikatakan, basis massa ISIS berasal dari Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) dan Jamaah Anshorus Syariah (JAS). Keduanya lahir dari “rahim” yang sama, yakni  Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang diduga memiliki jaringan dengan Al-Qaeda. (Harta dan Bai’at Baa’syir, untuk ISIS)

“JAT dan JAS juga memiliki basis dengan kelompok laskar, pondok pesantren, dan alumni pondok yang belajar di Timur Tengah,” kata dia, seperti dilansir Nu Online, 3 September 2014.

Namun beberapa waktu yang lalu Majelis Mujahidin (MMI) menggelar konferensi pers, yang menyatakan bahwa ISIS merupakan rekayasa Syiah. Hal itu disampaikan oleh Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin, Irfan S Awwas. Ia mengurai analisanya ihwal sumber gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kini telah berubah menjadi Daulah Khilafah Al-Baghdadi. (Baca juga: Majelis Mujahidin Sebut ISIS rekayasa Syiah)

Sementara itu Ketua PCNU, H Muhammad Nagib Sutarno menjelaskan, gerakan ISIS bertentangan dengan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945. “NKRI merupakan amal jariyah dari para pendahulu. Wajib bagi kita untuk melestarikan dan mengembangkan kejayaanya,” tegasnya.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya dan Wakil Bupati Sukoharjo H. Haryanto mengaku senang NU sudah mengingatkan. “Sejak graffiti simbol ISIS beredar di Wilayah Sukoharjo, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo langsung koordinasi dengan MUI, Kodim dan Polres Sukoharjo,” kata Wardoyo Wijaya. (Baca juga: Al-Qaeda Bentuk Cabang di India)

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, rencananya 6 September 2014, diadakan pengajian dan deklarasi tolak gerakan ISIS di Pendopo Kabupaten Sukoharjo. “Dalam acara itu mohon stakeholderes (pemangku kebijakan) Kabupaten Sukoharjo dilibatkan,” harap Wardoyo Widjaya. (ph)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL