NU Pasuruan

NU Pasuruan

Jakarta, LiputanIslam.com — Pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, meminta kepada aparat agar bersikap tegas terhadap ormas anti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu disampaikan saat PCNU menyambangi Makodim 0819 Pasuruan, yang berlokasi di jalan raya Veteran, Kota Pasuruan.

“Kedatangan kami ke sini ialah untuk melakukan koordinasi terkait keamanan dan pertahanan NKRI. Sebab munculnya sekelompok orang yang membawa paham ingin mengubah NKRI menjadi khilafah ini, perlu untuk diwaspadai,” ujar Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Sonhaji Abdus Somad, Rabu, 14 Januari 2015 seperti dilansir NU Online.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa visi misi ormas pengusung khilafah tentunya akan membahayakan keutuhan NKRI. Sebab menurutnya, mereka sangat berambisi untuk menyatukan Indonesia dan negara-negara lain dalam bentuk negara dengan pemimpin hanya satu, yakni khalifah.

“Mereka ini sama sekali tidak mengakui NKRI dan juga tidak ingin menggunakan ideologi Pancasila. Sehingga kalau ini dibiarkan begitu saja, mereka akan merusak tatanan NKRI yang telah susah payah dibangun oleh para pahlawan dan ulama pada saat itu,” terangnya.

KH Sonhaji berharap, setelah pertemuan ini pihak TNI dan aparat terkait segera bertindak tegas, dan lebih waspada terhadap gerakan-gerakan serupa yang terang benderang memusuhi NKRI. Sementara itu, PCNU Pasuruan juga tidak akan tinggal diam. KH Sonhaji bertekad untuk membentengi warga Nahdliyin dari paham-paham seperti itu.

Saat ini, kata dia, sudah menyerukan kepada para warga Nahdliyin di wilayahnya  untuk senantiasa tenang dan tak terbawa dengan ajakan paham yang dibawa oleh ormas yang berasal dari luar Indonesia itu.

“Dalam setiap pengajian dan pertemuan dengan para warga Nahdliyin. Kami sudah meminta kepada mereka untuk tetap berpegang teguh pada ajaran NU Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja), yang selalu istiqomah menjaga dan mempertahankan NKRI,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Inf Hery Suprapto mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penggurus PCNU dan ulama setempat yang hadir dalam pertemuan tersebut, lantaran memiliki kepedulian dan jiwa kebangsaan yang kuat dalam menjaga NKRI.

“Selama ini kami sudah mewaspadai gerakan-gerakan mereka. Dan dengan adanya laporan-laporan yang telah disampaikan para ulama dalam pertemuan ini, tentunya akan membuat kami lebih mewaspadai lagi dalam rangkan menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan Pasuruan yang aman serta kondusif,” pungkasnya.

Seperti diketahui, organisasi transnasional telah tumbuh subur di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa diantaranya, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), memiliki anggota militan yang mendakwahkan khilafah tanpa kenal lelah.

Selain itu, sejak munculnya kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Timur Tengah, pendukung ISIS di Indonesia pun turut unjuk gigi. Mereka berbaiat pada Abu Bakar al-Baghdadi, yang diklaim sebagai pemimpin Daulah/ Khilafah ala ISIS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*