Washington, LiputanIslam.com–Badan intelijen AS, National Security Administration (NSA), menyadap dan mengumpulkan 151 juta catatan telepon warga Amerika selama tahun 2016 untuk melacak sejumlah tersangka teroris.

Hal ini disampaikan oleh Direktur NSA, Dan Coats, untuk memenuhi laporan  Freedom Act USA sebagai langkah transparansi yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat terkait kegiatan intelijen.

Berdasarkan laporan, NSA sebelumnya diminta oleh Pengadilan Pengawasan Intelijen Luar Negeri untuk memata-matai 42 terduga teroris pada tahun 2016. Namun badan intelijen ini malah melakukan spionase dengan masif.

NSA disebutkan telah mengumpulkan catatan telepon, SMS, dan email dari warga Amerika sejak serangan 9/11 di New York.

Selain itu, di tahun 2016 mereka juga mengerahkan sekitar 30.335 pencarian warga Amerika tertentu dengan mengindentifikasi metadata, seperti nama atau nomor telepon. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL