sekolah dibakarMaiduguri, LiputanIslam.com – Pemerintah Borno Nigeria akan menutup semua sekolah lanjutan mulai Jum’at nanti, dikarenakan khawatir akan serangan besar-besaran yang mungkin dilakukan oleh kelompok ekstrimis Boko Haram. Informasi ini disampaikan seorang kepala sekolah kepada wartawan The Associated Press, Selasa (18/3)

“Kami bersepakat untuk menutup semua sekolah mulai Jum’at nanti, sambil melihat perkembangan selanjutnya,” ucap kepala sekolah yang tak mau disebutkan namanya karena takut dipecat tersebut.

Sekitar 85 sekolah akan ditutup, yang berarti mempengaruhi 120.000 siswa di wilayah yang memiliki angka melek aksara terburuk di negara itu.

Penutupan sekolah ini diakibatkan meningkatnya kemarahan rakyat atas kegagalan militer dalam menekan pemberontakan ekstrimis Boko Haram di timurlaut Nigeria, meskipun telah   10 bulan lamanya status darurat diberlakukan di provinsi tersebut dan pasukan besar-besaran juga telah dikerahkan demi menumpas pemberontak.

Seorang siswa dilaporkan tewas terkena peluru “nyasar” pemberontak dalam serangan ke barak Giwa yang berdekatan dengan sekolah, Jum’at lalu. Selama ini pemberontak Boko Haram telah membakar habis sejumlah sekolah dan membunuh ratusan siswanya.

Beberapa sekolah di provinsi Yobe dan Adamawa telah lebih dahulu ditutup karena khawatir  akan serangan teroris. Pada 25 Februari lalu para ekstrimis membunuh  59 siswa provinsi Yobe dengan mengunci mereka di dalam sebuah ruangan kemudian membakarnya.

Walaupun militer Nigeria baru-baru ini mengklaim telah berhasil membombardir baik melalui  udara maupun darat, tempat-tempat persembunyian para ekstrimis di pedalaman hutan dan gua-gua pegunungan sepanjang wilayah Kamerun dan Chad, namun mereka masih juga tidak mampu menghentikan serangan para ekstrimis Boko Haram  yang Jum’at lalu menyerbu Maiduguri dan menyerang barak Giwa dimana para eksrimis kemudian membebaskan puluhan tahanan Boko Haram disana.(lb/theguardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*