militer nigeriaAbuja, LiputanIslam.com — Pengadilan Militer Nigeria menjatuhkan hukuman mati terhadap 54 prajurit yang menolak untuk memerangi kelompok teroris Boko Haram. Ke-54 pajurit itu dituduh telah menolak untuk merebut kembali 3 kota yang telah diduduki Boko Haram pada bulan Agustus lalu.

BBC News melaporkan, Rabu (17/12) petang, pengacara para prajurit itu mengatakan bahwa ke 54 prajurit itu akan menghadapi tim eksekutor, sementara 5 prajurit lainnya yang mendapatkan dakwaan serupa, dinyatakan tidak bersalah.

Sebelumnya militer sering mengeluhkan bahwa mereka tidak dipersenjatai dengan cukup untuk memerangi Boko Haram. Kelompok ini telah memberontak sejak tahun 2009 dan membunuh ribuan orang, terutama di kawasan timur laut Nigeria.

Pengadilan digelar sejak Oktober lalu secara tertutup. Para pejabat militer juga tidak bersedia berkomentar setelah penjatuhan vonis.

Pengacara para prajuit, Femi Falana, mengatakan bahwa kliennya telah dituduh melakukan “konspirasi untuk melakukan pembangkangan terhadap otoritas Divisi ke-7 Tengara Nigeria.” Para prajurit itu menolak dakwaan dan eksekusi nantinya tergantung kepada pejabat-pejabat senior militer.

Sebelumnya dalam kasus yang sama pada bulan September lalu, 12 prajurit juga dijatuhi hukuman mati setelah melakukan pembangkangan dan percobaan pembunuhan terhadap atasan mereka di kota Maiduguri.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL