New Chief of Defence Staff, Air Marshal Alex Badeh, speaks during a handing over ceremony in AbujaAbuja, LiputanIslam.com — Militer Nigeria akan belajar kepada Sri Lanka untuk menangani masalah yang ditimbulkan oleh kelompok gerilyawan dan teroris Boko Haram. Sri Lanka dianggap telah berhasil menangani kelompok gerilyawan Macan Tamil.

Hal tersebut diungkapkan pejabat keamanan Nigeria usai pertemuan dengan delegasi militer dari Sri Lanka yang diundang untuk membantu menangani kelompok Boko Haram yang semakin aktif melakukan aksi-aksi kekerasan akhir-akhir ini.

Pemerintah dan militer Nigeria saat ini tengah menghadapi sorotan internasional karena kegagalannya menangani aksi-aksi kekerasan Boko Haram. Sorotan tersebut semakin kuat setelah Nigeria gagal mengantisipasi dan membebaskan ratusan pelajar perempuan sekolah menengah yang diculik Boko Haram April lalu.

Seorang pejabat tinggi militer Nigeria mengungkapkan pihaknya belajar dari militer Sri Lanka tentang taktik-taktik menghadapi Boko Haram.

Panglima militer Nigeria Marshal Alex Badeh, mengatakan bahwa pihaknya serius mempertimbangkan metode-metoda yang digunakan Sri Lanka, termasuk “keamanan total”, atau pengalihan semua sumber daya untuk militer.

Taktik yang digunakan Sri Lanka bagaimana pun telah mendapatkan kritik masyarakat internasional karena banyaknya korban sipil yang jatuh selama operasi militer menghadapi Macan Tamil. PBB pada bulan Maret lalu bahkan melakukan penyelidikan untuk menemukan pelanggaran-pelanggaran perang yang dilakukan militer Sri Lanka dan Macan Tamil.

Sri Lanka terlibat perang gerilya melawan kelompok Macan Tamil yang menuntut pembentukan negara terpisah, selama hampir 30 tahun.

Pada tahun 2009 militer Sri Lanka berhasil mengakhiri perlawanan Macan Tamil setelah berhasil membunuh seluruh pimpinan kelompok itu dalam pertempuran di tepian Danau Nanthikadal lagoon, di tengah seruan gencatan senjata PBB untuk menghindari korban sipil yang ditawan Macan Tamil.

Puluhan ribu warga Sri Lanka tewas dalam pertempuran sengit terakhir yang berlangsung selama beberapa bulan.

Militer Nigeria dianggap lemah tidak saja dalam hal peralatan, namun juga lemahnya pelatihan.

“Sejauh yang telah dilakukan pemerintah Nigeria, telah menunjukkan kemampuan yang sangat rendah militer Nigeria,” kata Martin Roberts, seorang analis senior tentang Afrika di lembaga kajian IHS kepada Reuters, Kamis (12/6).(ca/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL