netanyahuTel Aviv, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Iran tengah berusaha membuka front ketiga dengan menggunakan pejuang Hizbullah di Suriah dalam menghadapi Israel. Hal itu ia sampaikan pada Minggu, (23/2/2015) seperti dilansir Al-Alamnews.

“Disamping mengkoordinir Hizbullah di utara, dan Hamas di selatan, Iran juga telah berusaha mengembangkan front ketiga melalui penempatan ribuan pejuang Hizbullah yang berada di Dataran Tinggi Golan. Iran memberikan perintah secara langsung,” tudingnya.

Netanyahu menyatakan, bahwa keberadaan Hizbullah di sepanjang perbatasan Israel-Suriah merupakan ancaman yang nyata. Di dalam sidang kabinet yang digelar, mewanti-wanti para menterinya.

“Tantangan di bidang keamanan telah meningkat. Terutama upaya Iran mendapatkan pijakan di sepanjang perbatasan Israel. Iran bahkan memperkuat dirinya dengan senjata nuklir,” papar Netanyahu.

Pada Januari 2015 lalu, Israel menembakkan roketnya kepada enam orang pejuang Hizbullah dan seorang Jenderal Iran ketika tengah berkonvoi di Golan. Hizbullah membalas serangan tersebut dengan melancarkan operasi Shebaa Farms yang menewaskan beberapa tentara Israel.

Israel juga gencar melancarkan tuduhan bahwa pengayaan nuklir Iran sangat berbahaya. “Teheran tidak bisa mencegah masyarakat internasional untuk bicara. Perjanjian nuklir, berpotensi memberikan peluang untuk membangun industri dalam pengembangan senjata nuklir.”

Meski demikian, Iran juga berulang kali menegaskan bahwa pihaknya mengembangkan nuklir hanya untuk tujuan damai, bukan untuk memperkuat militer.

Saat ini, perundingan nuklir antara Iran dan Uni Eropa masih berlangsung di Jenewa. Menteri Luar Negeri AS John Kerry juga turut hadir pada Minggu (22/2/2015) dan bergabung dalam pembicaraan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL