Tel Aviv, LiputanIslam.com—Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak pemerintah Palestina agar tidak lagi memberikan santunan kepada keluarga para syuhada Palestina yang dibunuh oleh tentara Israel.

“Tentu saja, pemerintah Palestina menolak mengecam para pembunuh itu dan mereka kini membayar santunan kompensasi kepada keluarga pembunuh,” ujar Netanyahu dalam pertemuan mingguan dengan kabinet Israel pada Minggu (18/7/17).

“Daripada mengecam serangan, kelompok  Fatah malah mengecam tentara yang membunuh para teroris [Palestina], dan memuji para pembunuh itu sebagai pahlawan,” lanjutnya.

Jumat lalu, seorang polisi wanita Israel bernama Hadas Malka ditusuk hingga tewas dekat Gerbang Damaskus. Tentara Israel kemudian menembak tiga pemuda Palestina yang dituduh melakukan penusukan tersebut.

Menurut laporan dari kantor berita Wafa, kelompok Fatah mengecam pembunuhan ketiga warga Palestina itu.

Juru Bicara Fatah, Osama al-Qawasmi, menyebut penembakan terhadap ketiga orang Palestina itu merupakan “kejahatan perang oleh tentara penjajah Israel.” Ia juga merilis pernyataan duka cita di akun Twitter Fatah.

Kejadian ini merupakan bagian dari gerakan Intifada al-Quds, yang meletus pada tanggal 1 Oktober 2015. Intifada adalah bentuk protes terhadap penyerbuan aparat keamanan Israel dan warga Zionis ke Masjid al-Aqsa dan upaya mereka untuk menghapus identitas Islam dan Kristen di Baitul Maqdis.

Sejak intifada tersebut, sekitar 320 warga Palestina gugur syahid dan banyak lainnya terluka atau ditangkap. (ra/presstv/parstoday)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL