Netanyahu2Tel Aviv, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mengungkapkan kejengkelannya terhadap perundingan nuklir Iran antara negara-negara P5+1 (Perancis, Inggris, Amerika, Cina, Rusia, Jerman) dengan Iran.  Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkannya hari Senin (17/2) di ibukota Israel, Netanyahu menyebut pembicaraan tersebut sebagai “hanya menguntungkan Iran”.

“Sejauh ini satu-satunya pihak yang diuntungan oleh perundingan itu adalah Iran. Sebenarnya mereka tidak memberikan apapun, namun mereka mendapatkan banyak (keuntungan),” kata Netanyahu dalam konperensi pers bersama dengan Presiden Peru Ollanta Humala yang berkunjung ke Israel, Senin (17/2).

Lebih jauh Netanyahu menduduh Iran “terus menunjukkan sikap agresif, dengan mempersenjatai kelompok-kelompok teroris, mendukung pembantaian rakyat Suriah oleh Presiden Bashar al Assad, menyerukan penghancuran Israel dan tindakan-tindakan subversif lainnya di seluruh dunia termasuk Amerika Latin.”

Pernyataan Netanyahu bersamaan dengan dilaksanakannya perundingan program nuklir Iran antara P5+1 dan Iran untuk mendapatkan kesepakatan komprehensif tentang program nuklir Iran.

Di sisi lain, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei, hari Senin (17/2) juga mengungkapkan skeptismenya tentang keberhasilan perundingan. Menurut Ayatollah, perundingan tersebut tidak akan membawa ke manapun.

“Saya ulangi lagi bahwa saya tidak optimis dengan negosiasi itu dan itu tidak akan membawa ke manapun. Namun saya tidak menentangnya,” kata Khamenei dalam pernyataan pers yang diplublikasikan di situs pribadinya, Khamenei.ir. (ca/afp/almanar.com.lb)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL