Potret Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. Sumber: Washington Post

Tel Aviv, LiputanIslam.com—Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan para kekuatan dunia agar tidak membuka dialog dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (5/9), usai Trump menyebut kemungkinan menggelar pertemuan dengan Iran untuk menyelesaikan krisis akibat program nuklir Iran dan sanksi terhadap negara itu.

“Ini bukanlah waktu yang tepat untuk dialog dengan Iran. Saatnya kini meningkatkan tekanan terhadap Iran,” ucap Netanyahu kepada para reporter di Bandara Ben Gurion, sebelum terbang ke London.

Pada Rabu (4/9) kemarin, Trump membuka kemungkinan pertemuan dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani, pada sidang umum PBB di New York nanti. “Segalanya mungkin terjadi. Mereka bisa melakukan sesuatu untuk menyelesaikan masalah mereka,” ucap Trump.

Meski begitu, Tehran telah menolak segala bentuk negosiasi dengan Washington kecuali Trump mencabut sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada Tehran usai AS menarik diri dari persetujuan nuklir JCPOA, sebuah perjanjian yang juga ditentang oleh Netanyahu.

Baca: Zarif Sebut Departemen Keuangan AS “Sipir Penjara”

Beberapa hari lalu, Iran menyatakan akan mempercepat proses pengayaan uranium, sebuah komponen penting untuk membuat bom atom. Meski begitu, Iran menepis aktivitas uranium untuk tujuan tersebut. (fd/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*