Harper-NetanyahuPM Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan ancaman serius, meski dengan bahasa halus, kepada Hamas. Ancaman tersebut dikeluarkan Netanyahu saat mengadakan jumpa pers bersama PM Kanada Stephen Harper di Jerussalem, Selasa (22/1).

“Israel akan segera memberi pelajaran serius kepada Hamas,” demikian pernyataan Netanyahu sebagaimana disampaikan juru bicaranya, Ofir Gendelman, kepada pers.

Ancaman tersebut dikeluarkan Netanyahu terkait dengan konflik bersenjata yang tengah terjadi antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza akhir-akhir ini dimana Israel berulangkali melakukan serangan udara dan dibalas dengan tembakan-tembakan roket oleh para pejuang Palestina.

“Kami menggagalkan serangan-serangan teroris ketika kami mengetahui serangan itu tengah direncanakan, dan kami membalas serangan-serangan yang menimpa kami,” tambah Netanyahu.

Menurut Netanyahu, jika Hamas melupakan “pelajaran” tersebut, maka Israel akan memberinya pelajaran lagi dengan cara yang keras, dan dengan cara yang sangat cepat.

Dalam seminggu terakhir telah terjadi peningkatan serangan roket Palestina dari Gaza yang menghantam wilayah Israel. Pada hari Senin (20/1) misalnya, sebuah roket menghantam kawasan terbuka di kota Eshkol, Gurun Negev dan 2 roket lainnya menghantam Eliat.

Untuk mencegah serangan balasan Israel, Hamas telah menutup beberapa arus jalan untuk menghambat aksi-aksi serangan oleh kelompok-kelompok pejuang Palestina non-Hamas seperti Islamic Jihad.

Israel telah berkali-kali melakukan operasi militer untuk menghancurkan kekuatan perang Hamas yang banyak mendapat dukungan senjata dan dana dari Iran, dan juga dari Suriah ketika belum terjadi konflik di negara tersebut. Selama operasi militer besar-besaran terakhir Israel terhadap Gaza pada bulan November 2012, untuk pertama kalinya para pejuang Palestina berhasil menghantam kota Tel Aviv dengan roket. Terima kasih pada Iran yang telah membantu para pejuang dengan rudal-rudal Fajr-5.

PM Kanada Dikecam
Sementara itu kunjungan PM Kanada yang dikenal sebagai pendukung kuat zionis diwarnai oleh aksi protes keras yang dilakukan 2 anggota Parlemen Israel yang mewakili warga keturunan Arab, saat PM Kanada berpidato di hadapan parlemen Israel pada hari Senin (20/1).

Kedua anggota parlemen itu, Ahmad Tibi dan Abu Arar, kontan marah dan menginterupsi pidato Stephen Harper ketika yang bersangkutan memuji-muji Israel dan menuduh suara-suara yang mengkritik Israel sebagai “bentuk baru anti-semitisme”. Mereka pun selanjutnya melakukan aksi walk-out.

“Kami sangat kecewa dengan pernyataan Perdana Menteri Harper. Kami warga Arab adalah minoritas di Israel dan kami mengalami banyak diskiriminasi. Demokrasi di Israel adalah demokrasi selektif, demokrasi etnis,” kata Tibi kepada para wartawan yang mewawancarainya.

Harper tiba di Israel pada hari Minggu dan disambut hangat oleh Benjamin Netanyahu yang menyebut Harper sebagai “sahabat Israel”. Pada hari Minggu Harper mengunjungi kota Ramallah di Tepi Barat dan menemui ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Selanjutnya Harper yang ditemani beberapa menterinya menemui Presiden Israel Shimon Peres pada hari Selasa.

Jubir Harper, Jason MacDonald, mengatakan kepada pers di Ottawa, Jumat (17/1) bahwa Harper membahas berbagai isu penting dengan para pejabat Israel, termasuk masalah Iran, konflik Syria dan Palestina.

Kanada adalah salah satu negara yang menentang peningkatan status keanggotaan Palestina di PBB dari “non-member observer entity” menjadi “non-member observer state.” Pada bulan Oktober 2011, Kanada juga menentang keanggotaan penuh Palestina pada UNESCO.(CA/ynet.news/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL