Sumber: tirto.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2019 tidak seperti yang diproyeksikan oleh pasar di mana akan mengalami defisit sebesar 300 juta dolar Amerika Serikat. Neraca perdagangan justru mengalami surplus sebesar 161 juta dolar AS.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, surplus terjadi bukan karena kinerja ekspor yang naik, tapi impor yang mengalami penurunan.

Baca: BPS: Defisit Neraca Perdagangan Juli 2019 Defisit hingga 63,5 Juta Dolar AS

“Yang Perlu dijadikan catatan, surplus bukan karena ekspor naik, tetapi impor yang turun lebih dalam secara year on year,” kata Suhariyanto.

Berdasarkan data BPS, impor pada Oktober 2019 naik 3,57 persen menjadi 14,77 miliar dolar AS secara bulanan. Akan tetapi, impor tercatat turun sebesar 16,39 persen secara tahunan.

Sedangkan, kinerja ekspor Indonesia pada Oktober 2019 naik 5,92 persen menjadi 14,93 miliar dolar AS secara bulanan dan turun 6,31 persen secara tahunan.

Dia berharap, neraca perdagangan Indonesia ke depan bisa surplus karena kinerja ekspor yang meningkat. Sebab, jika kinerja ekspor masih belum membaik, sulit untuk merayakan surplus.

“Lebih bagus kalau ekspor tumbuh sementara impornya turun,” ucapnya.

BPS mencatat, ekspor Indonesia masih didominasi oleh bahan bakar mineral, terutama batu bara serta minyak dan lemak hewan, terutama minyak sawit. Hal ini berarti ekspor Indonesia masih rentan karena harga komoditas tersebut fluktuatif.

“Tantangan ke depa luar biasa. Harga komoditas berfluktuasi,” ujarnya. (sh/kontan/cnbcindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*