Gaza, LiputanIslam.com—Seorang nelayan Palestina ditembak hingga tewas oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) setelah kapalnya melewati batas zona penangkapan ikan yang sudah ditentukan.

Ketika ditanya mengenai kejadian ini, IDF beralasan nelayan tersebut terlihat “mencurigakan” sehingga mereka menembaknya.

Menurut laporan media lokal, kapal yang diisi oleh tiga nelayan Palestina itu menyimpang dari zona penangkapan ikan di lepas pantai Jalur Gaza utara.

Tentara IDF pun langsung “melakukan protokol penangkapan,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan terbuka.

Sebelum menembakkan senjata ke kapal secara langsung, tentara IDF telah meminta para nelayan Palestina itu untuk berhenti dan menambakkan peluru peringatan.

“Akibat penembakan itu, salah satu tersangka terluka parah dan lalu meninggal,” papar militer Israel. Dua nelayan lainnya disebutkan langsung ditangkap untuk diinvestigasi.

Namun, IDF tidak menyebutkan tindakan provokatif apapun yang dilakukan nelayan Palestina itu yang layak menghadapi “protokol panangkapan”, kecuali bahwa mereka keluar dari zona penangkapan ikan.

Serikat Nelayan Gaza mengidentifikasi ketiga nelayan itu bernama Mahmoud Adel Abu Riala, 18, Ismail Salah Abu Riala, 18, dan Ahed Hassan Abu Ali, 26.

“Kami yakin para nelayan yang terluka itu pergi ke laut untuk bekerja– dan bukan dengan niat lain,” kata ketua serikat kepada media Haaretz.

Rezim Israel telah menjatuhkan blokade di Jalur Gaza sejak 2007. Blokade ini secara  spesifik melarang warga Palestina menangkap ikan di luar 6 mil laut (11 kilometer) dari garis pantai. Kapal-kapal yang keluar dari batas seringkali diperlakukan oleh tentara Israel sebagai kapal ancaman.

Padahal, para nelayan Gaza merasa zona penangkapan ini terlalu kecil untuk memenuhi permintaan ikan di kawasan berpopulasi 2 juta orang itu.

Sementara, menurut Times of Israel, setengah dari 4.000 warga Gaza yang bekerja sebagai nelayan hidup di bawah garis kemiskinan. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*