Foto: Press TV

Foto: Press TV

Tel Aviv, LiputanIslam.com – Siapa yang memasok senjata untuk Israel? Sebuah laporan mengejutkan terungkap. Komite Parlemen Inggris menerima data dari badan pengontrol ekspor senjata, bahwa selama tahun 2013, Israel telah menerima sekitar 8 Miliar Euro dalam bentuk perizinan penggunaan  400 senjata, yang diberikan oleh Inggris.

Lebih lanjut diungkap bahwa pihak militer Israel tekah menerima drone tempur, F-16, jet tempur Apache, suku cadang untuk tank, kontrol amunisi, kendaraan pendukung kemiliteran, senapan serbu, pistol dan suku cadang lainnya.

Pada bulan April 2009, David Miliband, Sekretaris Negara Inggris, mengakui bahwa peralatan tempur yang digunakan Israel untuk menyerang Gaza dalam Operation Cast Lead, merupakan buatan Inggris.

Ia juga mengakui bahwa komponen-komponen senjata buatan  Inggris yang dapat ditemukan dalam kendaraan lapis baja yang diadaptasi dari tank Centurion. Kendaraan itu  dijual kepada  Israel pada 1950-an.

Sedangkan Israel juga turut memproduksi senjata sendiri, melalui perusahaan-perusahaan seperti Elbit Systems, Rafael dan Israel Aerospace Industries (IAI). Ketiga produsen inilah yang telah menghasilkan senjata-senjata yang digunakan untuk menyembelih penduduk Palestina yang tidak berdosa.

Atas jatuhnya lebih dari 700 korban jiwa di Jalur Gaza , dan lebih dari 4.000 orang menderita luka-luka, ditambah dengan kecaman dari dunia internasional – Dewan PBB Bidang HAM berencana untuk memulai penyelidikan terhadap pelanggaran yang dilakukan Rezim Israel. Bagimana tanggapan Netanyahu, Perdana Menteri Israel?

Bibi, demikian ia biasa disebut, mengeluhkan rencana PBB tersebut. Ia menumpahkan kekesalannya pada konferensi pers yang diadakan Kamis, 24 Juli 2014, bersama Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond di Yerusalem. Ia menyalahkan kelompok perlawanan Palestina, termasuk Hamas, atas kematian warga sipil Palestina.

Sementara itu, Hammond, pada kunjungan resmi pertamanya sejak ia menjadi Menteri Luar Negeri Inggris sekitar sepuluh hari yang lalu, menyatakan dukungannya. Seperti laporan Press TV, menurut Hammoud yang mewakili pemerintahan Inggris, Israel berhak untuk membela dan mempertahankan diri. Tentu saja,  ia pun turut menyalahkan Hamas.

Jumat terakhir bulan Ramadhan, telah ditetapkan sebagai Hari Al-Quds Internasional. Seluruh umat manusia di dunia, tanpa memandang bangsa dan agamanya akan turun ke jalan-jalan untuk menyuarakan dukungan kepada Palestina dan mengutuk penjajahan yang dilakukan oleh Rezim Zionis Israel. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL