beefNew Delhi, LiputanIslam.com — Presiden India menyetujui undang-undang yang melarang penyembelihan sapi dan penjualan daging sapi di negara bagian Maharashtra di barat India. Kantor berita BBC News melaporkan, Selasa (3/3).

UU tersebut akan menghukum pelanggarnya dengan hukuman denda dan penjara selama 5 tahun. Demikian laporan itu menyebutkan.

Kepercayaan agama Hindu yang dianut oleh sekitar 80% penduduk India yang berjumlah 1,2 miliar menganggap sapi adalah binatang suci yang tidak boleh dibunuh apalagi dikonsumsi. Di beberapa negara bagian berlaku undang-undang yang membatasi penyembelihan dan penjualan daging sapi, namun di negara bagian Maharashtra ini hal itu dilarang sama sekali.

BBC melaporkan, karena pembatasan itu maka sebagian besar kebutuhan konsumsi daging sapi ipenuhi oleh daging kerbau yang tidak dianggap suci. Dan di Maharashtra, dimana daging kerbau hanya mensuplai 25% kebutuhan daging karena dianggap tidak berkualitas, larangan itu diperkirakan akan terasa lebih berat bagi konsumen daging.

UU Maharashtra Animal Preservation (Amendment) tersebut memerlukan waktu 19 tahun sebelum disetujui Presiden. RUU-nya disetujui oleh pemerintahan partai Bharatiya Janata Party (BJP) pada tahun 1995 dan dikirimkan ke presiden untuk disetujui sejak tahun 1996.

BJP yang kembali berkuasa di negara bagian itu tahun lalu, kembali mendesak undang-undang itu untuk disetujui. Laporan-laporan menyebutkan satu delegasi politisi BJP dari negara bagian itu telah bertemu Presiden Pranab Mukherjee minggu lalu untuk mendiskusikan masalah itu.

Hari Selasa (3/3), PM negara bagian Maharashtra, Devendra Fadnavis menyatakan terima kasihnya kepada presiden atas persetujuan itu lewat akun Twitter.

BBC melaporkan, selain melarang daging sapi, undang-undang tersebut juga melarang pembunuhan kerbau dan kepemilikan daging sapi dianggap sebagai kejahatan.

Para pedagang daging sapi di Maharashtra mengatakan akan melihat kemungkinan untuk melawan undang-undang yang merugikan mereka. Menurut mereka undang-undang itu mengancam puluhan orang menjadi pengangguran.

Menyusul undang-undang itu muncul pertanyaan mengenai nasib kerbau, atau sapi yang terlalu tua untuk menghasilkan susu. Para pemerhati lingkungan mengkhawatirkan binatang-binatang itu akan mati kelaparan setelah tidak lagi mendapat perhatian para pemiliknya yang kebanyakan adalah petani miskin.

BBC melaporkan, meski dianggap ‘haram’, daging sapi masih populer di antara warga miskin India karena harganya yang lebih rendah dibanding daging lain seperti ayam. Sementara suplai daging sapi yang melimpah sebagian besarnya diekspor dengan nilai ekspor mencapai $4 miliar dan menguasai 20% pasar daging sapi dunia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*