ibasJakarta, Liputanislam.com — Muhammad Nazaruddin, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, kembali mengatakan ada pemberian uang sebanyak 200.000 dollar AS, setara sekitar Rp 2,3 miliar, untuk Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

“(Penyerahan) di kamar Mas Ibas di DPR RI,” kata Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 21 Agustus 2014. Uang itu berasal dari kas Grup Permai, perusahaan Nazaruddin.

Pengungkapan ini disampaikan Nazaruddin saat menjadi saksi untuk perkara dugaan korupsi terkait proyek Hambalang dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, sebagai terdakwa.

Dalam kesaksiannya, Nazaruddin membenarkan pula kesaksian dari bekas anak buahnya, Yulianis, bekas Wakil Direktur Keuangan Grup Permai.

Dari laporan Kompas, sebelumnya, Yulianis mengatakan ada uang untuk Ibas sebesar 200.000 dollar AS yang tercatat dalam keuangan Permai Group. Catatan yang menyebut aliran dana untuk Ibas itu, berkaitan dengan dana Kongres Partai Demokrat, bukan mengenai Hambalang.

Yulianis juga mengatakan bahwa uang untuk Ibas tersebut berasal dari proyek bermasalah yang ditangani Permai Group. Dalam catatan itu, ada uang 200.000 dollar AS yang diberikan kepada Ibas dalam bentuk uang tunai.

Namun, Yulianis mengaku tidak melihat sendiri uang itu berpindah tangan ke Ibas. Sementara itu, Ibas membantah menerima 200.000 dollar AS dari Nazar. Ia menegaskan, sebagai Ketua Steering Committee (SC) Kongres Partai Demokrat 2010, dirinya tidak menerima dana apa pun.

Dia menyebutkan pula ada aliran dana senilai 1 juta dollar AS untuk Ketua DPR Marzuki Alie dan 25.000 dollar AS untuk politikus Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah. (Baca juga: Fahri Hamzah Dituding Terima 25.000 USD)

[ba]

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL