bos natoParis, LiputanIslam.com — NATO yang tengah terlibat ketegangan dengan Rusia terkait konflik Ukraina, menyerukan kerjasama dengan Rusia untuk memerangi terorisme, menyusul terjadinya serangan Charlie Hebdo di Paris, Rabu (7/1).

“Rusia harus menjadi sekutu dalam perang melawan terorisme,” kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg dalam kunjungan ke kota Kreuth, Jerman, Kamis (8/1).

“Itulah sebabnya kita masih terus berusaha meningkatkan kerjasama konstruktif dengan Rusia. Menurut kami sangatlah penting bahwa Rusia sebagai tetangga terbesar di Eropa, dan NATO bekerjasama dalam isu-isu penting seperti perang melawan terorisme,” tambah Stoltenber sebagaiman dikutip oleh Russia Today.

Stoltenberg juga mengomentari serangan Charlie Hebdo yang disebutnya sebagai “serangan terhadap kebebasan pers dan kebebasan berpendapat di masyarakat kita”.

Pernyataan Stoltenber ini hanya berselang beberapa bulan setelah NATO mengumumkan pembatalan semua kerjasama dengan Rusia bulan April tahun lalu, menyusul bergabungnya Krimea dengan Rusia. Disusul kemudian pada bulan Mei 2014 Deputi Sekjen NATO Aleksander Vershbow mengatakan bahwa NATO mulai menganggap Rusia sebagai “musuh daripada mitra”. Sementara Presiden Barack Obama yang merupakan negara anggota NATO paling penting, berulangkali menyebut Rusia sebagai ancaman dunia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*