pasukan rusiaKiev, LiputanIslam.com — NATO, hari Kamis (28/9), merilis gambar satelit yang menunjukkan iring-iringan pasukan Rusia memasuki wilayah Ukraina untuk membantu pemberontak melawan pasukan pemerintah. Namun Rusia membantah klaim tersebut.

Sementara itu pasukan pemberontak kini berusaha merebut kota pelabuhan Novoazovs di Laut Hitam untuk memecah kepungan pasukan pemerintah terhadap kota Donetsk. Demikian laporan BBC News.

Mengikuti perkembangan yang semakin serius tersebut, Presiden Ukraina pun menggelar rapat khusus tentang perkembangan konflik, Kamis (28/8). Sampai saat ini telah lebih dari 2.000 orang tewas dalam konflik di Ukraina timur sejak Ukraina melancarkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak separatis.

Menanggapi perkembangan tersebut, DK PBB pun melakukan sidang darurat di markas PBB, New York, hari Kamis.

“Rusia harus berhenti berbohong dan berhenti memperkeruh konflik ini,” kata Dubes AS untuk PBB Samantha Power dalam sidang tersebut.

Sementara dubes Inggris Sir Mark Lyall Grant menuduh Rusia telah bersalah atas “pelanggaran nyata kedaulatan Ukraina”. Ia juga memastikan bahwa konflik di Ukraina tidak akan terjadi tanpa dukungan Rusia kepada para pemberontak.

Namun Dubes Rusia Vitaly Churkin, balik menyebut bahwa konflik terjadi sebagai konsekuensi langsung atas kebijakan kasar pemerintah Ukraina yang “melancarkan perang kepada rakyatnya sendiri”.

Di sisi lain Presiden AS Barack Obama juga menuduh Rusia telah mendorong, melatih dan mendanai para pemberontak.

Obama yang akan terbang ke Eropa minggu depan untuk menghadiri NATO Summit, mengingatkan Rusia bahwa Rusia kini telah terisolir dalam hubungan internasional.

Pejabat NATO Brigadir Jendral Niko Tak mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari 1.000 pasukan Rusian kini berada di Ukraina untuk bertempur dan membantu para pemberontak.

“Kami mendeteksi sejumlah besar senjata-senjata canggih, termasuk sistem pertahanan udara, artileri dan tank-tank serta kendaraan lapis baja pengangkut pasukan telah dikirimkan kepada pasukan separatis di Ukraina timur,” kata Jendral Niko.

Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri secara tidak langsung mengakui keberadaan pasukan Rusia Ukraina, meski menurutnya mereka tidak sengaja memasuki wilayah Ukraina.

“Yang saya dengar adalah pasukan kami berpatroli di perbatasan, dan mungkin saja tersasar ke wilayah Ukraina,” katanya usai bertemu Presiden Ukraina dan Belarusia di Minsk, Rabu (27/8).

Vladimir Putin pada bulan Maret lalu telah mendapatkan otoritas dari parlemen untuk menggunakan kekuatan militer di Ukraina, namun pada bulan Juni ia meminta otoritas itu dicabut kembali demi mendinginkan suasana konflik.

Pemimpin separatis Alexander Zakharchenko sebelumnya mengatakan kepada Russian TV bahwa antara  3.000 sampai 4.000 warga Rusia kini bertempur bersama mereka. Mereka kebanyakan adalah bekas anggota militer, bahkan militer aktif yang sengaja meninggalkan tugasnya di Rusia. Namun ia menegaskan bahwa mereka semua adalah sukarelawan.

Sementara itu dalam perkembangan terbaru, Ukraina membenarkan pemberontak telah menguasai sepenuhnya kota Novoazovsk setelah bertempur sengit dengan pasukan pemerintah. Pasukan Ukraina selanjutnya menarik diri untuk memperkuat kota pelabuhan strategis Mariupol.

Setelah Novoazovsk, diperkirakan pemberontak akan berusaha merebut Mariupol untuk untuk mengamankan jalur suplai mereka yang menghubungkan mereka dengan Krimea dan Rusia, sekaligus menguasai sepenuhnya Laut Azov. Pada saat yang sama, mereka berhasil mendobrak kepungan Ukraina atas kota Donets yang menjadi pusat gerakan pemberontakan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL