pasukan rusiaBrussels, LiputanIslam.com — NATO dan AS tidak akan dapat mempertahankan wilayah Baltik jika Rusia melakukan serangan besar-besaran.

Seperti dilaporkan Press TV, Rabu (3/1), lembaga kajian ternama RAND Corporation dalam laporannya hari Selasa (2/1), memperkirakan wilayah tiga negara bekas Uni Sovyet yang kini menjadi anggota NATO itu akan jatuh ke tangan Rusia dalam waktu kurang dari 3 hari.

“Simulasi-simulasi perang yang kami lakukan menunjukkan hal yang jelas, kakuatan NATO dan AS sekarang tidak akan bisa mempertahankan wilayahnya  yang paling terbuka ini,” tulis RAND, yang para analisnya adalah mantan staff dan pejabat sipil dan militer AS dan NATO itu.

Menurut RAND, berdasar simulasi-simulasi perang yang dilakukan antara tahun 2014 dan 2015, pasukan AS dan negara-negara Baltik, yaitu Estonia, Latvia dan Lithuania, tidak dapat menghentikan gerak maju unit-unit lapis baja Rusia hingga harus menanggung kerugian besar.

Dalam simulasi itu termasuk skenario Rusia menyerang ibukota Estonian, Tallinn atau ibukota Latvia, Riga, dan merebutnya kurang dari 60 jam.

“Kekalahan cepat itu akan membuat NATO tidak memiliki banyak pilihan yang semuanya buruk,” tulis laporan itu.

Laporan itu menyebutkan, AS dan NATO bisa melakukan serangan balasan besar-besaran untuk menebus kekalahan tersebut, namun hal itu justru akan memancing Rusia melakukan perang habis-habisan demi mempertahankan wilayahnya.

Pilihan kedua adalah dengan melakukan taktik Perang Dingin, dengan mengancam serangan nuklir. Adapun pilihan ketiga adalah mengakui kekalahan parsial dan membiarkan Rusia menduduki wilayah Baltik, yang dilanjutkan dengan taktik Perang Dingin.

Satu-satunya cara untuk mencegah kekalahan tersebut, menurut RAND, adalah menambah kekuatan besar-besaran di wilayah Baltik, dengan setidaknya tujuh brigade termasuk tiga brigade lapis baja, yang didukung oleh kekuatan udara dan altileri.

Laporan tersebut menyusul rencana AS yang disampaikan Menhan Ashton Carter, Selasa (2/1), untuk menambah lebih banyak persenjataan di sekitar perbatasan Rusia. Rencana tersebut akan menambah pengeluaran AS dari sekitar $800 juta tahun ini menjadi $3,4 miliar pada tahun 2017.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL