planetWashington, LiputanIslam.com — Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan temuan 715 planet baru di luar sistem tata surya. Temuan ini terjadi berkat penggunaan teleskop Kepler yang digunakan dalam misi perburuan planet.

Metode baru yang digunakan NASA rupanya mampu membantu penemuan planet baru yang cukup banyak. Misi ini bertujuan untuk membantu penelitian manusia terhadap dunia lain yang mungkin mirip dengan Bumi.

“Kami berhasil melewati hambatan untuk mengakses tujuan utama dan memberikan kepada Anda planet yang jumlahnya 20 kali lipat lebih banyak dari yang pernah ditemukan sebelumnya dan mengumumkannya dalam satu waktu,” terang Jack Lissauer selaku peneliti planet dari Pusat Penelitian Ames NASA di California, seperti dilansir media, Kamis (27/2).

Sebanyak 715 planet baru itu disebutkan mengorbit pada 305 bintang yang berbeda. Pengumuman ini menambahkan jumlah planet tak dikenal yang saat ini ditemukan menjadi nyaris 1.700 buah.

Tidak banyak diketahui komposisi planet-planet yang baru ditemukan ini, termasuk apakah mereka memiliki kondisi yang mampu menyokong kehidupan manusia. Misalnya permukaan berbatu, keberadaan air serta jaraknya dari bintang yang berpengaruh pada suhu di planet tersebut.

Dalam pernyataannya, NASA menyebut bahwa empat planet baru di antaranya berpotensi untuk ditinggali melihat dari posisinya dengan bintangnya dan dengan ukuran nyaris sama dengan Bumi.

NASA menambahkan, temuan planet-planet baru ini menempati sistem multi-planet dengan sistem tata surya mirip dengan sistem tata surya di galaksi ini. Sekitar 95 persen planet baru tersebut berukuran lebih kecil dari planet Neptunus, yang ukurannya lebih besar 4 kali dari Bumi. Sebagian besar planet baru tersebut juga berlokasi dengan bintang mereka.

“Tim Kepler terus memukau dan membangkitkan semangat kami dengan temuan perburuan planet,” terang John Grunsfeld dari Direktorat Misi Ilmiah NASA.

Metode yang digunakan untuk memverifikasi planet baru ini mengandalkan teknik statistik yang bisa diterapkan pada banyak planet sekaligus. Sebelumnya, para ilmuwan harus memverifikasi temuan planet baru secara satu persatu dengan didasarkan pada catatan berapa lama dia mengelilingi bintangnya. Tiga kali perputaran berarti bisa dipastikan itu planet.

Misi teleskop Kepler ini sudah berjalan sejak tahun 2009 lalu. Sejak saat itu, Kepler mengamati sekitar 150 ribu bintang. Hingga saat ini, sebanyak 961 kandidat planet baru belum dipastikan oleh para ilmuwan NASA. Temuan terbaru ini akan dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal pada 10 Maret mendatang.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL